BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Kebakaran Hanguskan Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi, 160 Jiwa Mengungsi

Bencana non-alam tersebut dipicu oleh kenaikan suhu udara ekstrem
Kebakaran Hanguskan Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi, 160 Jiwa Mengungsi
Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas Saat Melihat Kondisi Pengungsi Warga Kampung Adat Ciptamulya (Sumber : Istimewa)
KLIKSUKABUMI.COM - Sebanyak 160 jiwa warga Kampung Adat Ciptamulya yang tersebar di RT 05 dan RT 07 RW 02, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, terpaksa mengungsi. Langkah darurat ini diambil setelah permukiman mereka ludes dilalap si jago merah pada Sabtu (25/7/2026). 

Bencana non-alam tersebut dipicu oleh kenaikan suhu udara ekstrem serta kondisi kekeringan yang melanda wilayah setempat.
Berdasarkan data pemutakhiran dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, total terdapat 52 Kepala Keluarga (KK) yang kehilangan tempat tinggal beserta sarana penghidupan mereka.

​"Kebakaran dipicu oleh suhu udara ekstrem dan kondisi kekeringan di wilayah Cisolok sejak Sabtu lalu. Total ada 52 KK atau 160 jiwa yang terdampak musibah ini," ujar Petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, Selasa (28/7/2026).

​Daeng menjelaskan bahwa saat ini ratusan penyintas kebakaran tersebut harus menempati dua lokasi pengungsian sementara untuk bertahan hidup.

​"Sebanyak 12 KK mengungsi di tenda pengungsian terpusat, sementara 40 KK lainnya saat ini menumpang sementara di rumah sanak saudara," kata Daeng.

​Kerusakan Bangunan Adat dan Fasilitas Umum

​Musibah ini tidak hanya menghanguskan puluhan rumah warga, tetapi juga meluluhlantakkan sejumlah sarana penting milik adat Kasepuhan. Ketua Panitia Logistik Bencana Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Edik Supriatna, merinci besarnya dampak kerusakan di lokasi kejadian.

​"Jumlah rumah yang terbakar ada 51 unit. Leuit ada 49. Ditambah rumah Abah (Imah Gede), balai sosial, ajeng, posyandu, dan pos ronda, jadi sekitar enam bangunan umum juga ikut terbakar," ujar Edik.

​Penanganan Darurat dan Kebutuhan Mendesak

​Guna meringankan beban para pengungsi, BPBD Kabupaten Sukabumi bersama tim gabungan langsung bergerak cepat dengan mendirikan posko tanggap darurat di lokasi kejadian.

​"Fokus utama kami saat ini adalah pertolongan korban, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan kelompok rentan, serta pemulihan sarana yang rusak," tegas Daeng.

​Berdasarkan catatan Pusdalops BPBD, para pengungsi saat ini sangat membutuhkan sejumlah bantuan mendesak, di antaranya makanan siap saji, perlengkapan bayi dan susu, obat-obatan P3K, selimut dan matras serta fasilitas dapur umum.(FRA)



Editor : Fikri

Kebakaran Hanguskan Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi, 160 Jiwa Mengungsi
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin