BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Enam Bulan Terisolasi, Warga Ring 1 SCG Sukabumi Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai Cimandiri

Desa Tanjungsari merupakan kawasan ring 1 atau wilayah operasional utama SCG Sukabumi (PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi)
Enam Bulan Terisolasi, Warga Ring 1 SCG Sukabumi Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai Cimandiri
Siswa Sekolah Menyeberangi Sungai Cimandiri dengan Menggunakan Perahu Bantuan TNI untuk Beraktivitas (Sumber : Istimewa)
KLIKSUKABUMI.COM - Setiap pagi pukul 06.00 WIB, suasana di tepian Sungai Cimandiri, Kampung Leuwidinding, Sukabumi, sudah tegang. Belasan anak berseragam SD berdesakan di atas perahu karet, mencengkeram erat sisi perahu sembari menatap riak sungai selebar 40 meter. 

Pemandangan ini bukan simulasi bencana, melainkan rutinitas harian warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, yang telah berlangsung lebih dari enam bulan. Ironisnya, Desa Tanjungsari merupakan kawasan ring 1 atau wilayah operasional utama SCG Sukabumi (PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi).

Sejak banjir dan longsor menghantam pada 28 Desember 2025, Jembatan Gantung Leuwidinding yang menjadi urat nadi ekonomi dan pendidikan warga lenyap tak berbekas. Kini, menyeberangi sungai dengan perahu karet menjadi satu-satunya pilihan rasional untuk keluar dari isolasi menuju desa tetangga.

Kepala Desa Tanjungsari, Dillah Hablillah atau yang akrab disapa Abah Ilah, menjelaskan bahwa warga tidak memiliki pilihan lain karena memutar jalan darat memakan waktu dan biaya besar.

"Kalau mau memutar lewat jalur darat, jaraknya hampir enam kilometer. Mereka harus memutar melewati kawasan PT SCG. Bagi anak sekolah dan buruh pabrik, jalur itu terlalu jauh dan memakan waktu serta biaya. Akhirnya, menyeberangi sungai dengan perahu karet menjadi opsi tercepat, meski penuh risiko," ujar Abah Ilah kepada pada Selasa (14/7/2026).

Mobilitas ini membawa ancaman nyata. Saat hulu hujan, debit air Sungai Cimandiri bisa melonjak drastis, mengubah aliran yang tenang menjadi jeram berbahaya. Meski sempat terbantu dengan perahu dari BPBD, kini warga mengandalkan bantuan perahu karet baru dari Koarmada RI TNI Angkatan Laut karena perahu sebelumnya rusak akibat penggunaan intensif.

Ironi paling menyayat hati terjadi saat ada warga yang sakit atau hendak melahirkan. Mereka terpaksa ditandu menuju perahu dan menyeberang di tengah arus sungai. Hamiman Juanda (37), warga setempat, mengungkapkan kecemasannya.

"Sangat berdampak luar biasa. Bayangkan kalau ada warga yang sakit parah atau melahirkan, kami harus menandu mereka dari kampung, menaikkannya dengan sangat hati-hati ke atas perahu karet, lalu menyeberangi sungai. Ini benar-benar bertaruh nyawa," keluh Hamiman.

Pihak Pemerintah Desa Tanjungsari mengaku telah berupaya mengetuk pintu birokrasi, namun permohonan pembangunan kembali jembatan tampaknya masih tertahan di meja dinas. Hingga pertengahan Juli 2026, belum ada kepastian kapan pembangunan fisik dimulai.

"Peninjauan dari instansi terkait memang sudah dilakukan. Mereka datang, melihat, dan mendokumentasikan. Tapi sampai hari ini, belum ada informasi lanjutan kapan pembangunan fisik akan dimulai," sesal Abah Ilah.

Kini, warga hanya bisa berharap pemerintah tidak menunggu jatuhnya korban jiwa baru bergerak. Mereka menuntut akses jalan yang layak demi keberlangsungan masa depan anak-anak dan keselamatan warga sehari-hari.

"Kami sangat berharap pemerintah daerah tidak menutup mata. Jangan tunggu sampai ada korban jiwa hanyut di sungai ini baru jembatan dibangun. Kami butuh kepastian demi keamanan warga," pungkasnya.(FRA)




Editor : Fikri
 


Enam Bulan Terisolasi, Warga Ring 1 SCG Sukabumi Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai Cimandiri
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin