KLIKSUKABUMI.COM - Seorang balita berusia 4 tahun 11 bulan asal Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Adelia Amanda Putri, harus menjalani perawatan intensif di RSUD Sekarwangi.
Adelia diindikasi mengalami gizi buruk, anemia akut, hingga dugaan komplikasi organ dalam.
Menanggapi isu pembiaran terhadap kondisi balita tersebut, Pemerintah Kecamatan Cikembar akhirnya memberikan klarifikasi.
Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Cikembar, Lenni Nurlilah, membantah tuduhan kelalaian dan membeberkan rumitnya kendala administrasi yang sempat menghambat proses rujukan.
"Kami tidak pernah melakukan pembiaran. Justru Pemerintah Desa Bojongkembar meminta bantuan penuh kepada kecamatan untuk memfasilitasi rujukan ini," ujar Lenni, Kamis (30/7/2026).
Berdasarkan catatan medis Puskesmas Cikembar, pemeriksaan Adelia telah dimulai sejak 8 Juli 2026. Kala itu, fisik Adelia sangat memprihatinkan dengan berat badan hanya 13,1 kg, perut membuncit, serta kadar Hemoglobin (Hb) yang terus merosot hingga mencapai angka 8,2 gr persen.
Namun, upaya evakuasi medis terhalang oleh tiga masalah krusial: keluarga belum memiliki dokumen kependudukan yang valid, tidak terdaftar kepesertaan BPJS, serta terdata sebagai keluarga mampu (Desil 7) pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
"Ada tiga ganjalan utama yang kami hadapi di lapangan, mulai dari kelengkapan dokumen warga hingga status data kesejahteraan yang tidak sinkron," jelasnya.
Menghadapi situasi darurat ini, pihak kecamatan dan desa bergerak cepat memperbaiki data kependudukan ke Disdukcapil serta berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk mengubah status ekonomi keluarga Adelia.
"Alhamdulillah, data desil keluarga yang tadinya Desil 7 berhasil kita ubah menjadi Desil 1 (sangat miskin) sebagai kunci memproses BPJS PBI," tutur Lenni.
Setelah seluruh dokumen lengkap pada Senin (27/7/2026), Adelia langsung dirujuk ke RSUD Sekarwangi. Hasil pemeriksaan awal rumah sakit menunjukkan adanya indikasi gangguan pada organ paru-paru, jantung, dan ginjal.
Sambil menunggu kartu BPJS PBI aktif pada 1 Agustus mendatang, biaya penanganan medis dan kebutuhan operasional keluarga pasien ditanggung secara gotong royong oleh pihak kecamatan dan desa.
"Karena kondisi orang tuanya benar-benar tidak mampu, untuk operasional dan bekal sehari-hari selama di rumah sakit, kami dan Pak Kades memfasilitasi secara swadaya," kata Lenni.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan memohon doa agar Adelia dapat segera pulih total. (FRA)
