| Tumpukan Pakaian Bekas Bantuan Bagi Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Cisolok, Kabupaten Sukabumi Menumpuk di Tenda Darurat (Sumber : Istimewa) |
Menanggapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi memutuskan untuk menghentikan penerimaan donasi berupa pakaian bekas. Langkah ini diambil untuk mencegah bantuan pakaian yang melimpah tersebut terbuang sia-sia dan memicu masalah baru di lokasi pengungsian.
"Karena sudah overload dan berpotensi menjadi limbah sandang, kami sudah tidak menerima bantuan pakaian bagi korban bencana kebakaran di Kasepuhan Ciptamulya," tegas Petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, Selasa (28/7/2026).
Saat ini, warga lokal dan relawan masih bergotong royong memilah pakaian yang menumpuk. BPBD menekankan bahwa fokus bantuan kini harus dialihkan ke kebutuhan pokok lain yang jauh lebih mendesak bagi para penyintas musibah kebakaran yang terjadi pada Sabtu (25/7/2026) lalu.
"Jumlahnya sudah melebihi kebutuhan. Kami khawatir jika terus diterima, sisanya justru tidak termanfaatkan oleh warga," ujar Daeng.
Sebagai gantinya, BPBD mengimbau masyarakat maupun kelompok relawan untuk menyalurkan bantuan berupa alat-alat rumah tangga serta kebutuhan pendidikan bagi anak-anak terdampak.
"Untuk kebutuhan mendesak saat ini yaitu alat-alat perlengkapan dapur dan kebutuhan anak sekolah," jelas Daeng.
BPBD berharap para dermawan dapat menyesuaikan jenis bantuannya agar penanganan pascabencana berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
"Kami sangat berterima kasih atas kepedulian masyarakat, namun diharapkan bantuan yang dikirimkan selanjutnya bisa sesuai dengan prioritas kebutuhan warga," pungkasnya.(FRA)
Editor : Fikri