BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Bambu Sukabumi Tembus Luar Negeri, Disdagin Genjot Potensi Mebel Domestik

Langkah taktis ini diambil guna merespons tingginya peralihan tren pasar dari produk kerajinan mikro menuju furnitur
Bambu Sukabumi Tembus Luar Negeri, Disdagin Genjot Potensi Mebel Domestik
Perajin Bambu Mulai Membuat Furnitur Daya Kualitas Ekspor Tinggi (Sumber : Istimewa)
KLIKSUKABUMI.COM – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi menggelar pelatihan teknis pembuatan mebel berbahan dasar bambu untuk mendongkrak daya saing dan pendapatan Industri Kecil dan Menengah (IKM) lokal.  

Langkah taktis ini diambil guna merespons tingginya peralihan tren pasar dari produk kerajinan mikro menuju furnitur atau peralatan rumah tangga.  

Program tahun anggaran 2026 ini merupakan tindak lanjut langsung dari aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada akhir tahun 2025 lalu.  

"Masyarakat dan kelompok IKM memerlukan pelatihan ini untuk menambah keterampilan," kata Penyuluh Perindustrian Disdagin Kabupaten Sukabumi, Dani Hariyanto, Rabu (1/7/2026).
  
Pelatihan intensif selama tiga hari di Augusta Cikukulu ini diikuti oleh 30 peserta yang mayoritas berasal dari sentra anyaman bambu, yaitu Kecamatan Kadudampit dan Kecamatan Caringin.  

Selama ini, para perajin di dua wilayah tersebut baru terbiasa memproduksi barang kreatif berukuran kecil seperti gelas bambu, botol minum, hiasan, hingga keranjang hampers. Produk-produk mikro tersebut bahkan sudah berhasil menembus pasar internasional.  

"Pasar kerajinan lokal kita sudah ada yang sampai ke Australia, Singapura, dan Malaysia," ujar Dani.
  
Namun, untuk produk mebel bambu, potensinya dinilai belum terserap maksimal oleh pasar. Sejauh ini, pemasarannya baru mampu memenuhi pasar domestik berdasarkan pesanan.  

"Mebel bambu baru memenuhi pasar domestik seperti Jakarta, Bogor, dan Bekasi," jelasnya.
  
Melihat pasar mebel bambu yang kini tengah naik daun, Disdagin memfokuskan pelatihan pada penguasaan kemampuan dasar, termasuk pembuatan satu set meja dan kursi bambu yang bernilai jual lebih tinggi dengan mendatangkan instruktur praktisi berpengalaman.  

Melalui stimulus ini, Dani berharap para pelaku industri kreatif di Kabupaten Sukabumi mampu membaca peluang pasar furniture yang jauh lebih besar.  

"Harapan kami, setelah ini mereka bisa berinovasi merancang desain mebel sendiri secara mandiri. Dengan begitu, IKM Sukabumi bisa dominan menyerap besarnya permintaan pasar mebel saat ini," pungkas Dani.(FRA)




Editor : Fikri

Bambu Sukabumi Tembus Luar Negeri, Disdagin Genjot Potensi Mebel Domestik
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin