| Warga Kampung Lingkungan Sari, Desa Cibadak Kesulitan Air Bersih Karena Sumur dan Sumber Irigasi Pertanian Mereka Telah Mengering (Sumber : Istimewa) |
KLIKSUKABUMI.COM – Dampak musim kemarau panjang di Kabupaten Sukabumi kini semakin meluas. Berdasarkan laporan terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Kecamatan Cibadak tercatat sebagai wilayah yang paling terdampak krisis air bersih dalam satu bulan terakhir.
Tiga desa di wilayah tersebut, yakni Desa Cibadak, Desa Sekarwangi, dan Desa Cibatu, kini mengalami kekeringan ekstrem yang mengganggu aktivitas harian warga.
"Kecamatan Cibadak saat ini menjadi wilayah dengan konsentrasi titik kekeringan terbanyak yang kami tangani," ujar Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, saat dikonfirmasi, Kamis (16/7/2026).
Dampak kekeringan ini dirasakan secara langsung oleh ratusan kepala keluarga (KK). Di Desa Cibadak, sebanyak 169 KK di Kampung Lingkungan Sari kesulitan mengakses air bersih karena sumur dan sumber irigasi pertanian mereka telah mengering sejak awal Juli. Situasi serupa dialami oleh 165 KK di Kampung Cikiwul Tonggoh, Desa Sekarwangi.
Namun, kondisi yang paling memprihatinkan terjadi di Kampung Bantar Mungcang Atas, Desa Cibatu. Selama tiga minggu terakhir, warga terpaksa membuat kubangan darurat di dasar sungai yang mulai mengering untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK).
"Krisis air di Cibatu memaksa warga membuat kubangan sungai demi MCK, meskipun kondisi airnya keruh," jelas Daeng.
Menanggapi situasi darurat tersebut, BPBD Kabupaten Sukabumi kini memprioritaskan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki ke wilayah-wilayah terdampak.
Pihaknya juga aktif berkoordinasi dengan aparat setempat untuk memetakan kebutuhan air di tingkat rukun tetangga (RT).
"Kami bergerak cepat menyalurkan pasokan air bersih agar kebutuhan dasar warga Cibadak segera terpenuhi," tutur Daeng.
Hingga saat ini, BPBD telah menyalurkan masing-masing 5.000 liter air bersih ke titik-titik krisis di Cibadak. Selain Cibadak, BPBD mencatat bahwa kecamatan lain seperti Cicurug, Cikembar, Kebonpedes dan Nyalindung juga mulai melaporkan adanya bencana kekeringan serupa.
"Layanan tangki air bersih gratis terus kami maksimalkan ke seluruh titik krisis secara bergiliran," pungkasnya.(FRA)
Editor : Fikri