| Geiser Cisolok, Destinasi Wisata di Kecamatan Cisolok yang Menjadi Idola Wisatawan Dalam dan Luar Daerah Saat Musim Liburan (Sumber : Istimewa) |
KLIKSUKABUMI.COM – Dunia mikrobiologi mencatatkan temuan baru yang membanggakan dari Indonesia. Tim peneliti dari Universitas Indonesia (UI) berhasil mengidentifikasi spesies bakteri baru yang diberi nama Thermus Javaensis sp. nov.
Bakteri ini diklasifikasikan sebagai organisme termofilik, yakni kelompok mikroorganisme yang mampu bertahan hidup dan berkembang biak di lingkungan bersuhu tinggi.
Penemuan ini menjadi sorotan karena lokasi ditemukannya bakteri tersebut berada di geiser Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Dilansir dari Media Indonesia, temuan ilmiah ini pun telah dipublikasikan secara resmi dalam jurnal internasional bertajuk "Thermus Javaensis sp. nov., a novel thermophilic bacterium isolated from litter of a geyser in Cisolok, West Java, Indonesia."
Ilmuwan mikrobiologi UI sekaligus anggota tim peneliti, Prof. Wellyzar Sjamsuridzal, menjelaskan bahwa penelitian ini menjadi langkah penting dalam mengungkap potensi mikrobiologi di kawasan Asia Tenggara.
Menurutnya, selama ini ekosistem panas bumi di wilayah Asia Tenggara masih sangat minim eksplorasi jika dibandingkan dengan wilayah Amerika Utara atau Islandia.
Prof. Wellyzar melihat bahwa geiser Cisolok memiliki karakteristik lingkungan yang sangat unik dan kaya akan serasah organik.
Kondisi alam inilah yang menjadikan lokasi tersebut sebagai habitat menjanjikan bagi penemuan spesies-spesies baru.
"Kami mengusulkan nama Thermus Javaensis sp. nov. untuk strain ini. Penemuan ini memperluas keanekaragaman genus yang diketahui dan menggarisbawahi signifikansi taksonomi habitat panas bumi Indonesia," ungkap Prof. Wellyzar, Senin (1/6/2026).
Ditemukannya Thermus Javaensis tidak hanya menambah daftar panjang biodiversitas Indonesia, tetapi juga memberikan kontribusi besar bagi dunia sains global, khususnya dalam pemahaman taksonomi bakteri termofilik.
Peneliti berharap, keberhasilan ini dapat memicu penelitian lebih lanjut mengenai manfaat potensi bakteri tersebut di masa depan, baik dalam bidang industri, medis, maupun pengembangan teknologi biologi.
Keberhasilan tim UI ini menjadi bukti bahwa kawasan panas bumi di Sukabumi memiliki potensi riset yang sangat besar dan perlu terus dijaga kelestariannya untuk pengembangan ilmu pengetahuan di masa depan.(FRA)
Editor : Fikri