KLIKSUKABUMI.COM – Sebuah kecelakaan tragis melibatkan sepeda motor dan Kereta Api (KA) Pangrango relasi Sukabumi–Bogor terjadi di perlintasan liar Kampung Benteng Brunei, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, pada Kamis (11/6/2026). Akibat insiden yang terjadi sekitar pukul 10.33 WIB tersebut, dua orang pengendara motor dilaporkan mengalami luka berat.
Kedua korban diidentifikasi bernama Murni Anjani (30), seorang ibu rumah tangga asal Nyalindung, dan Cici Rahmawati (17), warga Gunungpuyuh, Kota Sukabumi.
Plt Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Rulli, membenarkan kejadian nahas tersebut. Berdasarkan keterangan di lapangan, motor yang ditumpangi kedua korban diduga menerobos perlintasan saat kereta tengah melintas.
"Menurut keterangan saksi di lokasi, saat kereta api melintas dari arah Sukabumi menuju Bogor, tiba-tiba pengendara motor dari arah bawah langsung melintas. Akibatnya, korban tertabrak dan terseret sejauh kurang lebih 10 meter," ujar Ipda Ade Rulli saat dikonfirmasi, Kamis (11/6/2026).
Saat ini, pihak kepolisian telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, dan memeriksa saksi-saksi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
"Kondisi kedua korban saat ini luka berat atau kritis. Petugas bersama warga langsung mengevakuasi korban ke RS Asy-Syifa Sukabumi untuk mendapatkan penanganan medis. Kasus ini selanjutnya dikoordinasikan dengan unit Laka Lantas Polres Sukabumi Kota," tambah Ipda Ade Rulli.
Penjelasan PT KAI: Masinis Sudah Beri Peringatan
Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan keprihatinannya atas insiden di perlintasan liar Km 55+1/200 tersebut. Ia menegaskan bahwa masinis telah berupaya melakukan prosedur keselamatan sebelum kecelakaan terjadi.
“Berdasarkan laporan yang diterima, masinis KA Pangrango telah membunyikan Semboyan 35 sebagai peringatan. Namun kendaraan roda dua tetap berada pada jalur kereta api sehingga terjadi temperan,” jelas Franoto melalui siaran persnya.
Meski terjadi insiden, pihak KAI memastikan operasional perjalanan KA Pangrango maupun kereta lainnya di jalur tersebut tidak terganggu dan tetap berjalan normal.
Menanggapi kejadian ini, PT KAI Daop 1 Jakarta kembali menegaskan pentingnya kedisiplinan masyarakat saat melintasi rel kereta api, terutama di perlintasan yang tidak dijaga atau perlintasan liar.
“Keselamatan di perlintasan sebidang sangat bergantung pada kedisiplinan pengguna jalan. Kami mengajak masyarakat untuk selalu berhenti sejenak, menengok ke kanan dan kiri, memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas, kemudian baru melanjutkan perjalanan,” pungkas Franoto.(FRA)
Editor : Fikri