KLIKSUKABUMI.COM – Gelombang protes menyelimuti Balai Kota Sukabumi hari ini, Selasa (2/6/2026). Ratusan pengurus RT dan RW yang tergabung dalam forum komunikasi tingkat kota menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran untuk menuntut DPRD Kota Sukabumi segera menggunakan hak angket guna memakzulkan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki.
Ketegangan memuncak dipicu oleh dugaan pelanggaran wewenang dan pengabaian mandat legislatif terkait polemik pengumpulan dana wakaf dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.
Massa aksi menilai Wali Kota Ayep Zaki telah melakukan pembangkangan terhadap keputusan DPRD Kota Sukabumi. Sebelumnya, DPRD telah secara resmi mengeluarkan instruksi agar praktik pengumpulan dana wakaf tersebut dihentikan karena dinilai tidak memiliki payung hukum yang kuat dan membebani ASN.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kebijakan tersebut masih terus berjalan. Para pengunjuk rasa mengeklaim memiliki bukti kuat berupa catatan transfer pemotongan gaji ASN sebesar 1 persen yang dialirkan ke Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB), yang ditunjuk sebagai lembaga pengumpul wakaf.
Dalam orasinya di depan gerbang Balai Kota, koordinator aksi sekaligus orator utama menegaskan bahwa langkah ini merupakan puncak kekecewaan para ketua RT/RW yang merasa aspirasi masyarakat tidak lagi didengar oleh pimpinan daerah.
"Kami berdiri di sini bukan untuk kepentingan pribadi. Kami menuntut keadilan bagi para ASN yang hak gajinya disunat tanpa dasar hukum yang jelas! Ketika DPRD sudah mengeluarkan mandat untuk berhenti, namun Wali Kota tetap memaksakan kehendaknya melalui FKDB, ini adalah bentuk pembangkangan nyata. Kami mendesak DPRD jangan diam saja, gunakan hak angket Anda untuk memakzulkan beliau!" teriak sang orator di tengah gemuruh massa aksi.
Desakan Kepada DPRD
Massa aksi menyatakan bahwa pengalihan gaji ASN ke lembaga tertentu di luar instansi pemerintah yang sah merupakan bentuk penyalahgunaan wewenang yang tidak bisa ditoleransi. Mereka menuntut transparansi penuh terkait ke mana saja aliran dana tersebut digunakan selama ini.
Hingga berita ini diturunkan, perwakilan massa aksi masih tertahan di depan gedung Balai Kota menunggu bersama dengan pimpinan DPRD Kota Sukabumi. Sementara itu, pihak Pemerintah Kota Sukabumi belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut.
Situasi di lokasi saat ini terpantau kondusif meski massa aksi terus menyuarakan yel-yel tuntutan pemakzulan Wali Kota. Aparat kepolisian terlihat berjaga ketat untuk memastikan aksi tetap berjalan tertib.(FRA)
Editor : Fikri