KLIKSUKABUMI.COM – Aksi long march yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Peduli Makan Bergizi Gratis (MBG) se-Sukabumi Raya hari ini berlangsung dengan penuh antusiasme. Di tengah isu miring mengenai adanya mobilisasi massa bayaran dalam aksi serupa di berbagai wilayah, pihak aliansi dengan tegas menepis tudingan tersebut untuk wilayah mereka.
Koordinator aksi, Muhammad Rafi'i Nasution, menyatakan bahwa seluruh peserta yang hadir di Sukabumi Raya murni digerakkan oleh inisiatif pribadi sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah.
"Kami pastikan hari ini di Sukabumi Raya, bukan hanya Sukabumi Kota dan Kabupaten, bahkan rekan-rekan dari Cianjur, Bandung, hingga Bogor hadir karena panggilan hati. Tidak ada satu pun dari kami yang merupakan massa bayaran," tegas Rafi'i di sela-sela aksi.
Rafi'i menyoroti bahwa isu massa bayaran yang mencuat di daerah lain bukanlah representasi dari pergerakan mereka. Ia menekankan bahwa dukungan terhadap program MBG merupakan wujud loyalitas rakyat terhadap visi dan misi Presiden Prabowo Subianto yang telah mendapatkan mandat suara mayoritas.
Lebih jauh, Rafi'i memaparkan dampak positif ekonomi yang dirasakan masyarakat akar rumput dengan adanya dapur MBG. Menurutnya, program ini menciptakan efek domino ekonomi yang luas.
"Semua diuntungkan. Petani, nelayan, hingga supplier bahan pangan terlibat. Bahkan tukang ojek pun merasakan dampaknya karena mereka mendapatkan penghasilan dari jasa transportasi untuk kelancaran distribusi logistik dapur," jelasnya.
Menanggapi kritik yang diarahkan pada program MBG, Rafi'i menggunakan analogi yang lugas. Ia menilai bahwa jika terdapat oknum yang mencoba menyalahgunakan program atau melakukan korupsi, maka oknum itulah yang harus ditindak, bukan justru mematikan programnya secara keseluruhan.
"Apabila ada nyamuk di dalam kelambu, maka nyamuknya yang harus dibunuh, bukan kelambu yang harus dibakar," ujarnya tegas.
Terkait adanya dukungan logistik atau anggaran transportasi bagi massa aksi, Rafi'i memberikan pandangan pragmatis. Ia tidak melihat dukungan dana untuk memfasilitasi peserta sebagai bentuk "massa bayaran", melainkan sebagai bentuk solidaritas untuk memudahkan masyarakat yang ingin menyuarakan aspirasinya.
"Jika ada pihak yang memiliki anggaran lebih dan ingin membantu ongkos mereka yang ingin berangkat aksi, saya kira itu tidak masalah. Itu adalah bentuk dukungan terhadap pemerintah pusat. Itu adalah inisiatif untuk memudahkan rakyat menyuarakan aspirasi," tutupnya.
Aksi long march ini berakhir dengan tertib, dengan massa yang tetap konsisten menyuarakan dukungan agar program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal demi kesejahteraan masyarakat luas.(FRA)
Editor : Fikri