KLIKSUKABUMI.COM – Memperingati Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia (RCRC Day) 2026, Palang Merah Indonesia (PMI) bersinergi dengan Japanese Red Cross Society (JRCS) menggelar edukasi dan pelatihan pertolongan pertama (Basic First Aid) bagi warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada 9-10 Mei 2026.
Kegiatan ini difokuskan pada wilayah pesisir yang memiliki kerawanan tinggi terhadap bencana gempa bumi dan tsunami.
Program ini menyasar tiga desa strategis, yakni Desa Cidadap (Kecamatan Simpenan), serta Desa Cikahuripan dan Desa Cisolok (Kecamatan Cisolok).
Melalui Project School and Community Resilience (SCR), edukasi dilakukan secara masif di empat titik lokasi pada masing-masing desa guna menjangkau kelompok masyarakat rentan.
Pelatihan ini diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pemuda, ibu rumah tangga, lansia, hingga pelajar. Mereka dibekali keterampilan teknis untuk menangani kondisi darurat sebelum bantuan medis profesional tiba, meliputi teknik dasar pertolongan pertama, penanganan korban pingsan dan luka ringan prosedur evakuasi sederhana dan imulasi praktik langsung dalam menghadapi situasi bencana.
Program Manager SCR, Anwar Assyubali, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan menciptakan masyarakat yang mandiri dalam menghadapi situasi darurat.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan dasar dalam memberikan pertolongan pertama dan memahami langkah penyelamatan awal saat terjadi kondisi darurat maupun bencana. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan RCRC Day 2026 yang mengangkat semangat kemanusiaan dan kesiapsiagaan masyarakat,” ujar Anwar pada Sabtu (9/5/2026).
Peringatan RCRC Day tahun ini mengusung tema global “United in Humanity” atau “Bersatu Demi Kemanusiaan”. Tema ini menekankan pentingnya solidaritas di tengah tantangan global seperti perubahan iklim dan ancaman bencana alam.
Kepala Perwakilan JRCS Indonesia, Teuku Awaludin, menegaskan bahwa aksi nyata di lapangan adalah bentuk apresiasi tertinggi bagi para relawan kemanusiaan.
“Melalui semangat ‘Bersatu Demi Kemanusiaan’, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas, kepedulian, dan aksi nyata kemanusiaan. Relawan kemanusiaan di berbagai daerah terus hadir membantu masyarakat dalam situasi sulit, dan itu membutuhkan dukungan bersama,” ungkap Teuku Awaludin.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti simulasi yang dipandu langsung oleh fasilitator dari PMI dan JRCS. Interaksi aktif ini menunjukkan kesadaran masyarakat yang semakin meningkat terhadap pentingnya mitigasi bencana.
Melalui kolaborasi internasional ini, PMI dan JRCS berharap masyarakat Kabupaten Sukabumi tidak hanya menjadi objek penyelamatan, tetapi mampu menjadi penolong pertama di lingkungan masing-masing, sehingga risiko fatalitas saat bencana dapat diminimalisir.(FRA)
Editor : Fikri