KLIKSUKABUMI.COM – Menyambut perayaan Iduladha 1447 Hijriah, suasana penuh kreativitas terpancar dari Pondok Pesantren Dzikir Al Fath, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi. Alih-alih hanya melakukan persiapan teknis, para santri menggelar festival unik berupa merias hewan kurban yang dipadukan dengan pertunjukan kabaret bertema sejarah lokal dan religi.
Dalam festival yang berlangsung pada Selasa (26/5/2026), para santri menyulap kambing dan domba kurban menjadi bagian dari alur cerita yang menarik. Mereka menggunakan pernak-pernik unik, bahkan memanfaatkan barang daur ulang untuk menekan biaya kreatif.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah kelompok santri yang mengusung tema "Milangkala Tatar Sunda". Domba-domba dihias sedemikian rupa hingga menyerupai prajurit penarik kereta kencana yang membawa mahkota Binokasih.
Amira Faiza Azmi, santriwati kelas 11 MA Terpadu Al Irsyad, mengakui bahwa persiapan untuk menampilkan pertunjukan ini cukup menantang karena keterbatasan waktu.
"Cukup sulit sebenarnya, karena kami hanya punya waktu kurang dari seminggu untuk mempersiapkan pernak-pernik dan alur ceritanya. Namun, alhamdulillah kami memanfaatkan barang-barang daur ulang yang ada seperti triplek bekas agar tidak butuh biaya banyak," ujar Amira.
Ia menjelaskan, dalam pementasan tersebut, domba diposisikan sebagai prajurit penjemput mahkota. "Nantinya mahkota tersebut diserahkan oleh Bapak Kiai Haji Muhammad Fajar Laksana kepada Bapak Dedi Mulyadi," tambahnya.
Pimpinan Ponpes Dzikir Al Fath, KH M Fajar Laksana, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang fashion show hewan. Kegiatan ini merupakan metode kreatif untuk mendidik santri agar memahami adab terhadap makhluk hidup, khususnya hewan ternak.
"Jadi bukan hanya fashion show, tapi santri disuruh kreatif menampilkan suatu cerita, di mana dalam cerita itu domba menjadi salah satu peran bermain. Melalui metode kabaret ini, kreativitas santri terus dikembangkan," ungkap KH M Fajar Laksana.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya aspek edukasi fiqih di balik kegiatan ini. Menurutnya, merawat, membersihkan, dan membuat hewan kurban merasa bahagia adalah bentuk adab mulia yang sesuai dengan syariat Islam.
"Hewan ternak yang akan kita korbankan untuk ritual dalam ajaran Islam setahun sekali itu, jangan dibuat mereka seperti hewan-hewan yang kurang beradab, termasuk dalam penyembelihannya. Harus ada adab yang baik, jangan sampai terkesan menyiksa domba atau menyiksa sapi," pungkasnya.
Melalui festival kreatif ini, Ponpes Dzikir Al Fath berharap dapat memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa memperlakukan hewan kurban dengan kasih sayang sebelum hari penyembelihan adalah bagian dari ibadah yang utama.(FRA)
Editor : Fikri