| Kepala Lapas Kelas II B Sukabumi, Budi Hardiono Menyerahkan Bantuan Gerobak Pada Salah Satu Istri Warga Binaan Dalam Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 (27/4). (Sumber : Istimewa) |
KLIKSUKABUMI.COM – Lapas Kelas II B Sukabumi memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 dengan aksi nyata yang menyentuh langsung aspek ekonomi.
Alih-alih hanya menggelar seremonial, pihak Lapas menyerahkan bantuan gerobak UMKM kepada keluarga warga binaan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi, Senin (27/4/2026).
Langkah ini diambil mengingat beban ekonomi sering kali berpindah ke pundak para istri setelah sang suami menjalani masa hukuman.
Bantuan ini diharapkan mampu menjadi "napas baru" bagi keluarga yang kehilangan tulang punggung finansial.
Kepala Lapas Kelas II B Sukabumi, Budi Hardiono, menegaskan bahwa pemberian sarana usaha ini merupakan bentuk dukungan moral dan material agar keluarga narapidana tetap bisa berdikari.
"Kami serahkan bantuan satu unit gerobak untuk menyambung hidup keluarga di luar," ujar Budi usai acara puncak HBP ke-62.
Budi memberikan kebebasan penuh kepada penerima untuk menentukan jenis usaha yang akan dijalankan. Menurutnya, yang terpenting adalah keberlanjutan ekonomi keluarga tersebut.
"Terserah nanti mau jualan sate, es cendol, atau gorengan. Yang penting keluarganya bisa usaha," tegasnya.
Salah satu penerima bantuan, Erliana Mastiana (35), warga Kadudampit, mengaku sangat terbantu dengan inisiatif ini. Sejak suaminya ditahan tujuh bulan lalu, ia sempat kesulitan mencari nafkah untuk menghidupi keluarga.
Gerobak pemberian Lapas ini akan ia gunakan untuk menghidupkan kembali usahanya yang sempat mati suri.
"Rencananya jualan di depan rumah, kayak dulu jualan bakso. Biar bisa usaha lagi, bersama lagi dalam segala hal," ungkap Erliana dengan penuh syukur.
Momentum HBP ke-62 ini juga dijadikan ajang penguatan sinergi antar-instansi di Sukabumi.
Pihak Lapas memberikan apresiasi kepada Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BNNK, dan Kementerian Agama atas kontribusi mereka dalam proses pembinaan, mulai dari penataan parkir hingga pembinaan spiritual di Yayasan Al-Barokah.
Budi Hardiono mengakui bahwa dukungan lintas instansi, seperti pengolahan limbah dari DLH, sangat krusial bagi operasional dan kenyamanan lingkungan Lapas.
Menutup keterangannya, Budi memastikan bahwa Lapas Sukabumi akan terus melakukan perbaikan di sektor keamanan dan pelayanan.
"Pemasyarakatan itu pasti akan selalu berbenah," pungkasnya.(FRA)
Editor : Fikri