BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Dugaan Kekerasan Seksual Syekh Ahmad Al Misry, Korban Trauma Berat Usai Dipaksa 'Cium Tangan' Pelaku

Adanya upaya rekonsiliasi paksa yang justru memperparah trauma para korban
Dugaan Kekerasan Seksual Syeikh Ahmad Al Misry, Korban Trauma Berat Usai Dipaksa 'Cium Tangan' Pelaku
Syekh Ahmad Al Misry (SAM) Tersangka Pelaku Dugaan Kekerasan Seksual Beberapa Remaja Laki-laki (Sumber : Istimewa)
KLIKSUKABUMI.COM – Proses penanganan kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan pendakwah Syekh Ahmad Al Misry (SAM) menuai sorotan tajam. 

Pendiri Rumah Teduh, Iin Achsien, mengungkap fakta memilukan mengenai adanya upaya rekonsiliasi paksa yang justru memperparah trauma para korban.

Peristiwa yang terjadi pada tahun 2021 tersebut menempatkan para korban dalam situasi psikologis yang sangat tertekan.

Bukannya mendapatkan perlindungan, para remaja laki-laki yang menjadi korban justru dipaksa melakukan perdamaian formalitas dengan terduga pelaku.

Iin Achsien menceritakan momen menyedihkan saat para korban dikumpulkan dalam satu ruangan bersama terduga pelaku dan sejumlah tokoh agama. 

Dalam pertemuan tersebut, terjadi tindakan yang dinilai sangat tidak berpihak pada korban.

"Yang paling tidak masuk akal adalah kejadian di dalam satu ruangan yang isinya para ustaz, terduga pelaku (SAM), dan korban. Yang paling sedih adalah korbannya disuruh keluar, dan yang paling menyedihkan adalah disuruh minta maaf dan cium tangan (kepada pelaku)," ujar Iin Achsien melalui akun resminya, Senin (27/4/2026).

Tekanan untuk memaafkan di tengah luka yang belum sembuh memicu reaksi emosional yang hebat. Iin menyaksikan sendiri bagaimana salah satu korban meluapkan kemarahannya atas perlakuan yang dianggap menyepelekan penderitaan mereka.

"Tahu tidak, salah satu korbannya itu lari ke luar sampai mukulin tembok loh. Itu dia marah banget. Kejadiannya bukan diselesaikan sampai tuntas atau korbannya ditangani dengan benar, tapi kayak 'Sudah ya lupain saja, salaman saja, maaf-maafan, kita sama-sama tobat saja'. Seolah-olah sudah selesai saja begitu," ungkap Iin dengan nada prihatin.

Modus Iming-Iming Pendidikan di Mesir

Berdasarkan pendampingan yang dilakukan Rumah Teduh, terdapat empat korban yang seluruhnya adalah laki-laki. Saat kejadian berlangsung, para korban masih tergolong di bawah umur dan terjebak dalam janji-janji manis pelaku terkait pendidikan.

"Semuanya laki-laki dan ketika kejadian itu memang rata-rata semua di bawah umur, ada 17 tahun ke bawah. Karena memang anak-anak ini diiming-imingi untuk pergi ke Mesir untuk belajar. Mereka menceritakan kejadian yang sebenarnya sudah terjadi beberapa tahun sebelum bertemu kami di 2021," jelasnya.

Iin menegaskan bahwa tindakan "damai paksa" sama sekali tidak menghapus trauma. Hingga saat ini, Rumah Teduh yang tersebar di wilayah Sukabumi, Bandung, Jakarta, hingga Malang terus berfokus pada pemulihan mental para korban.

Menurutnya, mengawal kasus kekerasan seksual membutuhkan konsistensi karena dampak psikologisnya bisa berlangsung selama bertahun-tahun. 

Iin berkomitmen untuk terus mendampingi para korban hingga mereka mendapatkan keadilan dan pulih sepenuhnya dari dampak trauma yang tidak ringan.(FRA)



Editor : Fikri


Dugaan Kekerasan Seksual Syekh Ahmad Al Misry, Korban Trauma Berat Usai Dipaksa 'Cium Tangan' Pelaku
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin