BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Mengungkap Rahasia Medis Naskah Pengobatan Kuno, Bukti Kecerdasan Herbal Leluhur Sunda di Sukabumi

Naskah peninggalan abad ke-19 tersebut mengungkap puluhan resep pengobatan herbal tradisional
Mengungkap Rahasia Medis Naskah Pengobatan Kuno, Bukti Kecerdasan Herbal Leluhur Sunda di Sukabumi
Naskah kuno Pengobatan berusia satu abad koleksi Museum Prabu Siliwangi Sukabumi di Ponpes Modern Zikir Al-Fath Kota Sukabumi (Sumber : Kliksukabumi)
KLIKSUKABUMI.COM – Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil membedah isi naskah kuno berjudul "Patambaan" yang tersimpan di Museum Prabu Siliwangi, Kota Sukabumi. 

Naskah peninggalan abad ke-19 tersebut mengungkap puluhan resep pengobatan herbal tradisional yang membuktikan kecanggihan ilmu medis masyarakat Sunda di masa lalu.

Filolog perwakilan BRIN dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ilham Nurwansah, mengungkapkan bahwa naskah setebal 148 halaman ini memuat informasi yang sangat kompleks. 

Tidak hanya soal resep obat, tetapi juga mencakup metode penyembuhan hingga perhitungan astronomi.

"Naskah ini adalah dokumentasi pengalaman empiris orang tua zaman dulu. Ada 28 jenis tumbuhan yang disebutkan berkhasiat, seperti daun sirih dan mengkudu, hingga pohon yang kini sudah langka seperti Loa dan Lame," ujar Ilham pada Rabu (15/4/2026).

Menariknya, meski ditulis menggunakan aksara Jawa dengan dialek Cirebonan, naskah ini memiliki pengaruh kosakata Sunda yang sangat kental. 

Ilham menegaskan bahwa temuan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut melalui uji laboratorium medis serta upaya budidaya tanaman obat yang kini mulai langka.

Legitimasi Ilmiah Warisan Turun-Temurun

Hasil penelitian ini disambut antusias oleh pendiri Museum Prabu Siliwangi, KH M Fajar Laksana. 

Sebagai praktisi pengobatan herbal yang telah berkiprah selama 30 tahun, ia merasa temuan BRIN memberikan landasan ilmiah yang kuat bagi praktik pengobatan yang selama ini ia jalankan.

"Saya mempraktikkan ramuan warisan keluarga tanpa tahu sumber bukunya karena naskahnya sulit dibaca. Setelah dibedah filolog, ternyata ramuannya sama persis. Ini membuktikan keaslian dan nilai akademis dari warisan kita," tutur Kiai Fajar.

Melihat besarnya nilai sejarah dan manfaat medis di dalamnya, Kiai Fajar berharap Pemerintah Kota Sukabumi segera mengambil langkah strategis. 

Ia mendorong agar "Patambaan Siliwangi" segera ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Langkah ini diyakini tidak hanya akan melindungi kekayaan intelektual lokal, tetapi juga mampu mendongkrak potensi wisata pendidikan dan pusat penelitian di wilayah Sukabumi.(FRA)



Editor : Fikri

Mengungkap Rahasia Medis Naskah Pengobatan Kuno, Bukti Kecerdasan Herbal Leluhur Sunda di Sukabumi
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin