| Suasana Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Tim Kewaspadaan Dini Daerah, Korpakem, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Lembaga Kemasyarakatan (14/4). (Sumber : Istimewa) |
Melalui Rapat Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan yang diintegrasikan dengan Rapat Komunitas Intelijen Daerah (Kominda), pemerintah daerah memperketat deteksi dini terhadap potensi gangguan stabilitas.
Langkah strategis ini melibatkan kolaborasi lintas sektoral, mulai dari unsur intelijen daerah hingga satuan tingkat Kodam dan Korem. Fokus utamanya adalah memetakan tantangan geopolitik sekaligus mengawasi dinamika sosial di tengah masyarakat.
Kepala Kesbangpol Kabupaten Sukabumi, Jujun Junaeni, menegaskan bahwa penguatan koordinasi ini merupakan respons terhadap perkembangan geopolitik global yang dapat berimbas ke daerah.
"Agenda ini bertujuan menjalin silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi komunitas intelijen se-Kabupaten Sukabumi. Kita perlu mengantisipasi problematika geopolitik global serta mengeliminasi dampak negatif dari berkembangnya berbagai aliran, baik keagamaan maupun kepercayaan," ujar Jujun.
Ia menambahkan bahwa negara hadir untuk menjamin hak berkeyakinan warga negara, namun dengan tetap mengedepankan persatuan agar tidak terjadi perpecahan.
Alih-alih sekadar pengawasan ketat, Kesbangpol mengedepankan pola pembinaan bagi para penganut aliran kepercayaan.
Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap aktivitas kelompok tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku di Indonesia.
"Fokus kami adalah melakukan pembinaan agar seluruh aktivitas mereka tetap berjalan sesuai dengan kaidah dan aturan hukum yang berlaku di negara kita," tambah Jujun.
Hubungan Stabilitas Keamanan dan Ekonomi
Menariknya, fungsi intelijen di Kabupaten Sukabumi tidak hanya menyasar isu ideologi, tetapi juga mencakup ketahanan ekonomi masyarakat.
Jujun menekankan bahwa stabilitas keamanan adalah kunci utama agar roda ekonomi warga tetap berputar tanpa hambatan.
Pemerintah daerah memantau ketat ketersediaan komoditas vital untuk mencegah gejolak sosial di tingkat akar rumput.
"Kami juga memastikan bahwa di tengah kondisi sosial politik saat ini, pasokan BBM di Kabupaten Sukabumi tetap aman dan harga-harga kebutuhan pokok stabil. Jika keamanan terjaga, masyarakat tidak akan terganggu dalam menjalankan kegiatan ekonomi mereka," pungkasnya.
Dengan integrasi data dari Kominda, diharapkan setiap potensi konflik baik yang bersumber dari isu kepercayaan maupun faktor ekonomi dapat diredam sebelum meluas.(FRA)
Editor : Fikri