| Salah Satu Koperasi Desa Merah Putih di Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi (Sumber : Istimewa) |
Langkah strategis ini merupakan bagian dari percepatan pelaksanaan arahan Presiden dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 mengenai pembentukan lembaga ekonomi di tingkat desa.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa langkah ini sangat krusial bagi kedaulatan ekonomi daerah.
“Penguatan kelembagaan di tingkat desa, kelurahan, dan kawasan pesisir membutuhkan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan mampu menjadi penggerak ekonomi rakyat dari akar rumput,” ujar Zulkifli Hasan seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia pada Kamis (16/4/2026).
Dalam tahap pertama ini, pemerintah membuka formasi yang sangat masif yakni sebanyak 35.476 posisi. Rinciannya terdiri dari 30.000 Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang akan menjadi pegawai BUMN di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara, serta 5.476 Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih yang akan bernaung di bawah PT Agrinas Jaladri Nusantara.
Seluruh tenaga kerja yang terpilih nantinya akan diikat dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Zulkifli Hasan berharap rekrutmen ini menjadi fondasi bagi kemajuan desa.
“Rekrutmen ini diharapkan menjadi bagian penting dari upaya membangun ekosistem kelembagaan ekonomi desa yang kuat, modern, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Bagi masyarakat yang berminat, pendaftaran dibuka mulai tanggal 15 April hingga 24 April 2026 melalui laman resmi phtc.panselnas.go.id.
Seleksi ini memberikan kesempatan luas bagi lulusan D-III, D-IV, hingga S-1 dari semua jurusan dengan batasan usia maksimal 35 tahun dan IPK minimal 2,75.
Pemerintah menjamin bahwa rekrutmen ini dilaksanakan dengan merit-based system yang menjunjung prinsip keterbukaan, transparansi, dan berbasis kompetensi demi memastikan keadilan bagi seluruh peserta.
Guna menjaga integritas proses, pemerintah menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi tidak dipungut biaya apapun dan tidak ada jalur khusus maupun praktik titipan. Pelaksanaan rekrutmen dilakukan secara kolaboratif oleh BP BUMN bersama lintas kementerian, termasuk Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian PANRB, Kementerian Koperasi, hingga Kementerian Pertahanan.
Dukungan dari pemerintah daerah, mulai dari gubernur hingga kepala desa, juga diminta untuk memastikan SDM yang terpilih dapat bekerja efektif sebagai motor penggerak pembangunan.
Sebagai penutup, Panitia Seleksi Nasional memberikan pesan kuat bagi para pemuda Indonesia untuk segera mengambil peran dalam pengabdian ini.
Kepada putra-putri terbaik bangsa, inilah saatnya mengambil bagian dalam pengabdian nyata. Negara memanggil saudara-saudara sekalian untuk hadir di desa, di kelurahan, dan di kampung nelayan, guna membangun Indonesia dari akar yang paling kuat. Mari kita kawal bersama proses ini dengan jujur, disiplin, dan terbuka, agar yang terpilih benar-benar SDM terbaik untuk menjalankan mandat besar Presiden.(FRA)
Editor : Fikri