KLIKSUKABUMI.COM – Bangsa Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, tutup usia pada Senin (2/3/2026) pagi di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Tokoh militer dan negarawan kharismatik ini wafat pada usia 90 tahun.
Dilansir dari CNNIndonesia, kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Albertus Budi Sulistya. Melalui pesan singkat, pria yang juga pernah menjabat sebagai dokter kepresidenan itu menyampaikan rincian kepergian almarhum.
"Jenderal TNI Purn Try Sutrisno wafat Senin, 02 Maret 2026 pkl 06.58 di RSPAD Gatot Soebroto," ujar Budi.seperti yang dilansir pada Senin (2/3/2026).
Setelah prosesi pemulasaraan di rumah sakit selesai, jenazah almarhum dibawa ke rumah duka yang terletak di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat. Suasana haru menyelimuti kediaman pribadi almarhum sebelum diberangkatkan untuk dishalatkan.
DIlansir dari antara, sekitar pukul 11.22 WIB, peti jenazah yang diselimuti bendera Merah Putih tiba di Masjid Sunda Kelapa, Menteng.
Delapan personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) berseragam merah menggotong peti tersebut dengan khidmat masuk ke dalam masjid. Di barisan depan, seorang personel Paspampres tampak membawa foto almarhum sebagai penghormatan.
Sejumlah tokoh nasional hadir untuk menyhalatkan jenazah, termasuk mantan Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin. Setelah prosesi di masjid usai, jenazah rencananya akan langsung diberangkatkan menuju persemayaman terakhir di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.
Rekam Jejak Pengabdian Sang Jenderal
Lahir pada 15 November 1935, Try Sutrisno dikenal sebagai prajurit sejati dengan karier yang cemerlang. Sebelum menjabat sebagai Wakil Presiden RI periode 1993-1998 mendampingi Presiden Soeharto, ia merupakan pemegang tongkat komando tertinggi sebagai Panglima ABRI (sekarang TNI).
Tak hanya di bidang militer dan politik, dedikasinya juga merambah ke dunia olahraga. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) selama dua periode, yakni dari tahun 1985 hingga 1993.
Dilansir dari antara, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memastikan bahwa pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap seluruh prosesi pelepasan almarhum.
Pihak kementerian telah berkoordinasi dengan RSPAD dan Komando Garnisun Tetap I/Jakarta untuk memastikan pemakaman berjalan lancar dengan upacara militer.
"Saya sudah minta RSPAD, Garnisun, Setneg, untuk memberikan atensi terbaik," tegas Prasetyo Hadi dalam keterangannya.
Selamat jalan, Jenderal Try Sutrisno. Terima kasih atas segala jasa dan pengabdian bagi bangsa dan negara.
Reporter: F. Alfi
Editor : Fikri