KLIKSUKABUMI.COM – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi sejak Rabu (4/3/2026) memicu bencana pergerakan tanah hebat di Kecamatan Bantargadung. Hingga Jumat (6/3/2026) pukul 17.00 WIB, tercatat sebanyak 134 KK atau 475 jiwa terdampak oleh musibah ini.
Bencana geologi tersebut berpusat di dua titik utama, yakni Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling. Kondisi ini memaksa sedikitnya 120 KK dengan total 407 jiwa untuk meninggalkan kediaman mereka dan kini berstatus sebagai pengungsi.
Di Desa Bantargadung, sebanyak 76 KK atau 250 jiwa saat ini menempati posko pengungsian terpusat yang didirikan di lapangan samping Puskesmas Bantargadung.
Sementara itu, 34 KK lainnya memilih untuk mengungsi secara mandiri atau menyewa kontrakan. Di sisi lain, Desa Bojonggaling mencatat 10 KK atau 45 jiwa yang kini terpaksa mengungsi di rumah sanak saudara mereka.
Dampak kerusakan infrastruktur akibat fenomena ini tergolong masif. Tercatat sebanyak 70 unit rumah mengalami rusak berat, di mana mayoritas berada di Desa Bantargadung (61 unit) dan sisanya di Desa Bojonggaling (9 unit).
Selain rumah tinggal, sarana pendidikan seperti Pondok Pesantren Haryadul Fallah dan satu akses jalan lingkungan juga mengalami kerusakan serius.
Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menyatakan bahwa tim gabungan terus bersiaga dan melakukan langkah-langkah darurat untuk mengantisipasi pergerakan tanah susulan.
"BPBD Kabupaten Sukabumi terus berkoordinasi dengan aparat setempat dan instansi terkait untuk melakukan assessment serta penanganan di lokasi kejadian. Kami juga melakukan pendampingan bagi warga terdampak agar kebutuhan dasar mereka terpenuhi selama masa tanggap darurat ini," ujar Daeng Sutisna.
Ia juga menekankan bahwa petugas di lapangan masih terus melakukan validasi data.
"Tim masih terus melakukan pendataan karena data bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi di lapangan," pungkasnya.
Kebutuhan Bahan Makanan Mendesak
Saat ini, para pengungsi sangat membutuhkan bantuan logistik untuk menunjang kehidupan sehari-hari di posko. Kebutuhan mendesak meliputi bahan pangan seperti sembako, air mineral, susu formula, serta makanan tambahan gizi.
Selain pangan, warga juga memerlukan perlengkapan tidur berupa kasur lipat dan selimut, pakaian baru, perlengkapan mandi, popok untuk bayi dan lansia, hingga pembalut wanita. Penyediaan fasilitas sanitasi seperti air bersih dan toilet portable juga menjadi prioritas utama di lokasi pengungsian saat ini.(FRA)
Editor : Fikri