BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Ratusan Warga Bantargadung Sukabumi Terpaksa Mengungs Akibat Pergerakan Tanah, Jalani Puasa di Posko Darurat

Pergerakan Tanah Dipicu Curah Hujan Tinggi
KLIKSUKABUMI.COM – Suasana Ramadan tahun ini terasa berbeda bagi warga Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kabupaten Sukabumi. 

Sebanyak 324 jiwa dari 104 Kepala Keluarga (KK) terpaksa menjalani ibadah puasa di posko darurat yang berlokasi di Kampung Pasapen akibat dampak bencana yang melanda wilayah mereka.

Hingga saat ini, ratusan warga yang berasal dari satu RT yang sama tersebut masih bertahan dengan fasilitas seadanya. Camat Bantargadung, Syarifudin Rahmat, mengonfirmasi jumlah pengungsi yang terdampak.

“Untuk sementara data terakhir hari ini ada 104 KK dengan jumlah 324 jiwa dari satu RT di Kampung Cijambe,” ujar Syarifudin.

Meski warga mulai mengeluhkan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sahur dan berbuka puasa, dapur umum resmi dari pemerintah daerah belum dapat didirikan secara permanen. 

Hal ini disebabkan oleh prosedur administrasi yang harus ditempuh terlebih dahulu.

Syarifudin menjelaskan bahwa operasional dapur umum sangat bergantung pada Surat Keputusan (SK) Bupati terkait status kebencanaan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Forkopimcam, BPBD, dan Tagana untuk mengupayakan dapur umum. Namun, ada prosedur penilaian apakah ini masuk kategori tanggap darurat atau tidak. Jika SK Bupati sudah ditandatangani, dapur umum segera diwujudkan,” jelasnya.

Guna menyiasati masa tunggu tersebut, pihak kecamatan mengambil langkah cepat agar urusan perut pengungsi tidak terbengkalai. 

Mulai esok hari, pihak kecamatan akan mengaktifkan dapur SPBG/MBG sebagai solusi sementara.

Langkah ini diharapkan dapat menjamin ketersediaan makanan bagi warga, terutama untuk menjalankan ibadah puasa di tengah keterbatasan.

Selain masalah logistik, pihak kecamatan juga sedang berupaya merinci data pengungsi kategori anak-anak guna menyalurkan bantuan spesifik. 

Namun, petugas di lapangan menghadapi kendala administratif karena banyak data kartu keluarga (KK) warga yang belum diperbarui.

“Kami baru mendata total jiwa. Untuk rincian anak-anak masih proses karena banyak warga yang sudah menikah tapi datanya masih menumpang di KK orang tua, jadi perlu penyesuaian data lagi,” tutup Syarifudin.

Kini, warga hanya bisa berharap proses penilaian status bencana segera rampung agar bantuan fasilitas yang lebih layak dapat segera menyentuh mereka di pengungsian.



Reporter : F. Alfi
Editor : Fikri
Ratusan Warga Bantargadung Sukabumi Terpaksa Mengungs Akibat Pergerakan Tanah, Jalani Puasa di Posko Darurat
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin