| Kebakaran Hebat yang Terjadi Pada Kamis (19/3/2026) Dini Hari Tadi Hanguskan 6 Rumah di Selabintana, Kabupaten Sukabumi (Sumber : Istimewa) |
Api yang berkobar sejak pukul 03.10 WIB tersebut menghanguskan enam unit rumah permanen milik warga.
Berdasarkan laporan sementara, api pertama kali muncul dari bagian dapur rumah milik Ibu Riah Komariah. Percikan api diduga kuat berasal dari hubungan arus pendek atau korsleting listrik yang kemudian dengan cepat merambat ke bangunan di sekitarnya.
Sebanyak enam kepala keluarga dengan total 22 jiwa kehilangan tempat tinggal dalam sekejap.
Para pemilik rumah yang terdampak di antaranya adalah Riah Komariah, Deti, Abdul Rohim, Neneng Dita, Tanti, dan Abdul Rahman. Tidak ada aset berharga yang berhasil diselamatkan dari dalam bangunan yang terbakar tersebut.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sukabumi, Anita Larasati, menyatakan bahwa tim gabungan langsung dikerahkan ke lokasi sesaat setelah menerima laporan.
"Kami mengerahkan unit dari berbagai sektor, termasuk bantuan dari Damkar Kota Sukabumi, untuk melokalisir api agar tidak merembet lebih luas ke pemukiman warga lainnya," ujar Anita saat dikonfirmasi Kliksukabumi pada Kamis (19/3/2026).
Operasi pemadaman ini melibatkan total delapan unit mobil pemadam kebakaran, yang terdiri dari 2 unit Sektor VI Cisaat, 2 unit Sektor Cibadak, 1 unit Sektor Sukaraja, serta dukungan 3 unit dari Damkar Kota Sukabumi.
Selain petugas damkar, unsur kepolisian dari Polsek Sukabumi, Polres Sukabumi Kota, Inafis, hingga TNI turut mengamankan lokasi kejadian.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, satu orang dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.
"Fokus utama petugas saat tiba di lokasi adalah memastikan keselamatan warga dan memutus perambatan api. Saat ini satu korban luka ringan sudah dalam pemantauan petugas di lapangan," lanjut Anita.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berada di lokasi untuk melakukan pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Terkait total kerugian materiil, pihak berwenang masih melakukan pendataan dan perhitungan di lapangan.
"Penyebab sementara memang karena korsleting listrik di salah satu dapur warga. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengecek instalasi listrik secara berkala guna mencegah kejadian serupa terulang kembali," pungkas Anita.(FRA)
Editor : Fikri