BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Kabar Gembira! Insentif Kader Posyandu Kota Sukabumi Naik Jadi Rp750 Ribu di 2026

Caption Foto : Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah (Sumber : Istimewa)
KLIKSUKABUMI.COM – Pemerintah Kota Sukabumi membawa kabar segar bagi ribuan pejuang kesehatan di tingkat akar rumput. Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka, insentif bagi kader Posyandu dipastikan akan mengalami kenaikan signifikan pada tahun anggaran 2026 mendatang.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, saat memberikan pembinaan bagi para Kader Posyandu se-Kecamatan Lembursitu pada Rabu (4/3/2026). 

Kenaikan ini disebut sebagai komitmen nyata dalam mendukung program unggulan Wali Kota Atep Zaki dan Wakil Wali Kota Sukabumi.

Ranty menjelaskan bahwa besaran insentif yang diterima kader akan meningkat sebesar Rp250.000 dari nilai tahun sebelumnya. Langkah ini diharapkan menjadi suntikan motivasi bagi para kader dalam melayani masyarakat.

"Jika pada tahun 2025 nilai insentif sebesar Rp500.000 per bulan, maka pada tahun 2026 meningkat menjadi Rp750.000 per bulan. Meski demikian, mekanisme pembayaran tetap dilaksanakan melalui sistem penyaluran per triwulan," ujar Ranty yang juga istri dari Wali Kota Sukabumi tersebut.

Kebijakan ini menempatkan kader Posyandu sebagai elemen vital yang menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan di tingkat kelurahan hingga RW.

Perbaikan Fasilitas yang Lebih Cepat

Selain dukungan finansial, Pemerintah Kota Sukabumi juga merencanakan peningkatan sarana dan prasarana Posyandu. Ranty mengungkapkan adanya perubahan mekanisme anggaran agar perbaikan gedung atau fasilitas kesehatan di lingkungan warga bisa berjalan lebih lincah.

"Upaya ini dilakukan melalui pendelegasian wewenang anggaran pembangunan dan pemeliharaan kepada pihak kecamatan, sehingga proses perbaikan dan penguatan fasilitas dapat lebih cepat dan tepat sasaran," jelas Ranty.

Dalam arahannya, Ranty menekankan bahwa Posyandu di Kota Sukabumi saat ini tengah menjalani transformasi layanan kesehatan primer yang selaras dengan kebijakan nasional. Pendekatan yang digunakan kini lebih menyeluruh, yakni berbasis siklus hidup manusia.

Layanan tersebut tidak lagi terbatas pada balita, melainkan mencakup pendampingan ibu hamil dan melahirkan, pemantauan tumbuh kembang anak, pembinaan kesehatan remaja dan usia produktif, hingga pelayanan bagi lanjut usia (lansia).

"Dengan pendekatan ini, saya berharap Posyandu dapat menjadi pusat layanan kesehatan dasar yang lebih responsif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat," pungkasnya.

Penguatan Kapasitas dan Transparansi

Tidak hanya urusan medis, para kader juga dibekali materi mengenai tata kelola administrasi keuangan dan pelaporan. Hal ini dilakukan agar penggunaan dana insentif dapat dikelola secara transparan dan akuntabel, sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan di tingkat masyarakat.

Ranty menegaskan bahwa urusan kesehatan tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi kuat antara pemerintah daerah, PKK, dan para kader sebagai garda terdepan untuk memastikan derajat kesehatan masyarakat Kota Sukabumi terus meningkat. (FKR)



Editor : Fikri
Kabar Gembira! Insentif Kader Posyandu Kota Sukabumi Naik Jadi Rp750 Ribu di 2026
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin