BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Ingkar Janji Kampanye, Walkot Sukabumi Larang Lapangan Merdeka untuk Salat Id Muhammadiyah

Ayep Zaki Dengan Lantang Akan Fasilitasi Keberagaman Saat Kampanye
Ingkar Janji Kampanye, Walkot Sukabumi Larang Lapangan Merdeka untuk Salat Id Muhammadiyah
Cuplikan Layar Paslon 02 Ayep-Bobby Dalam Debat Publik Pilkada Kota Sukabumi 2024 Lalu (Sumber : Istimewa)
KLIKSUKABUMI.COM – Kebijakan Pemerintah Kota Sukabumi yang menolak permohonan penggunaan Lapangan Merdeka untuk pelaksanaan salat Idulfitri 1447 H bagi warga Muhammadiyah memicu kontroversi luas. 

Keputusan ini dinilai kontradiktif dengan janji politik yang pernah disampaikan pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih, Ayep Zaki – Bobby Maulana, saat masa kampanye Pilkada 2024.


Jejak Digital: Janji di Panggung Debat

Publik kini menyoroti kembali video debat publik Pilkada Kota Sukabumi yang berlangsung pada 8 November 2024 di Gedung Grand Cikareo. 

Dalam rekaman tersebut, Ayep Zaki secara eksplisit mengkritik pelarangan serupa yang pernah terjadi pada 2023 dan berjanji hal itu tidak akan terulang di masa kepemimpinannya.

"Salah satu contoh tidak boleh lagi terjadi... Ada perbedaan hari raya Idul Fitri tidak diperbolehkan di Lapang Merdeka. Saya (Paslon) 02 pasti akan membolehkan!" tegas Ayep Zaki saat itu, yang disambut riuh tepuk tangan pendukungnya sebagai bentuk komitmen menjaga keberagaman.

Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Setelah resmi menjabat, pasangan ini justru mengeluarkan kebijakan yang berseberangan dengan pernyataan mereka sebelumnya.


Kritik Keras: "Kota Toleransi Hanyalah Ilusi"

Penolakan ini memicu reaksi keras dari berbagai elemen organisasi, termasuk Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sukabumi dan Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Sukabumi Raya.

Ketua PC IMM Sukabumi Raya, Diki Agustina, menyatakan kekecewaannya dan menilai predikat Sukabumi sebagai kota toleran kini patut dipertanyakan.

"Toleransi bukan diuji ketika semua seragam, tetapi justru ketika ada perbedaan. Jika tidak ada perubahan, publik berhak menyimpulkan bahwa 'Kota Toleransi' di Sukabumi hanyalah ilusi," ujar Diki Agustina kepada media, Jumat (20/3/2026).

Hingga berita ini diturunkan, kebijakan tersebut terus menuai polemik di tengah masyarakat. 

Publik menagih konsistensi antara visi-misi yang disampaikan saat Pilkada dengan implementasi kebijakan setelah menjabat. Kasus ini menjadi ujian serius bagi kredibilitas kepemimpinan Ayep Zaki – Bobby Maulana dalam mengelola keberagaman di Kota Sukabumi.(FRA)



Editor : Fikri 


Ingkar Janji Kampanye, Walkot Sukabumi Larang Lapangan Merdeka untuk Salat Id Muhammadiyah
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin