| Sekretaris MUI Kabupaten Sukabumi, H. Ujang Hamdun (Sumber : Istimewa) |
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden yang dinilai mencoreng institusi pendidikan Islam tersebut.
Sekretaris MUI Kabupaten Sukabumi, H. Ujang Hamdun, menegaskan bahwa keamanan santri dalam menuntut ilmu harus menjadi prioritas utama.
Ia menginstruksikan seluruh jajaran MUI di tingkat desa hingga kecamatan untuk memperketat pengawasan dan koordinasi.
"Kami mengharapkan kepada seluruh jajaran MUI, apabila ditemukan hal-hal seperti ini, tetap harus berkoordinasi secara terstruktur. Mulai dari MUI Desa, MUI Kecamatan, hingga MUI Kabupaten. Informasi harus mengalir agar langkah antisipasi bisa diambil dengan cepat," ujar H. Ujang, Senin (30/3/2026).
Soroti Pengawasan Kementerian Agama
Meski mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam memproses hukum pelaku, MUI memberikan catatan kritis kepada Kementerian Agama (Kemenag).
Sebagai otoritas yang menaungi pesantren, Kemenag didesak untuk tidak hanya fokus pada pemberian izin operasional.
H. Ujang menilai perlunya evaluasi total, mulai dari pembinaan rutin hingga proses sertifikasi tenaga pengajar atau ustaz guna meminimalisir penyimpangan di lingkungan pendidikan.
"Tantangan dan godaan itu tidak hanya datang pada santri, tapi juga pada ustaz dan semua unsur di dalamnya. Oleh karena itu, pembinaan minimal berupa peningkatan kapasitas (capacity building) bagi para pengajar sangat penting dilakukan secara berkala," tegasnya.
Upaya Menjaga Marwah 'Kabupaten Santri'
Kejadian di Cicantayan ini menjadi pukulan telak bagi citra Kabupaten Sukabumi yang selama ini dikenal dengan jargon 'Kabupaten Santri' dan 'Kabupaten Ulama'.
MUI menegaskan bahwa tindakan oknum yang menyasar anak di bawah umur sama sekali tidak bisa ditoleransi.
"Jangan sampai identitas kita sebagai Kabupaten Santri ternodai oleh perilaku oknum yang tidak bertanggung jawab," tambah H. Ujang.
Sebagai bentuk refleksi moral, MUI berkomitmen untuk tetap kooperatif dengan pihak berwajib demi memastikan keadilan bagi para korban dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
"Saya akhiri dengan Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga ke depan kondisi kita lebih baik lagi dan kejadian memuakkan ini tidak terulang kembali. Kami pastikan akan kooperatif dengan pihak terkait demi tegaknya keadilan," pungkasnya.(FRA)
Editor : Fikri