| Suasana Anak SDN Tegal Sadang Mengantre Untuk Mendapatkan MBG di Sekolah (31/3). (Sumber : Istimewa) |
KLIKSUKABUMI.COM – Suasana di SDN Tegal Sadang, Desa Bantarsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi pada Selasa (31/3/2026) tampak berbeda dari biasanya.
Ratusan siswa terlihat berbaris rapi mengular di halaman sekolah. Menariknya, mereka bukan sedang bersiap untuk upacara, melainkan sedang antre untuk menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan.
Langkah ini merupakan terobosan baru dari Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Bantarsari Pabuaran. Jika biasanya makanan dibagikan dalam kemasan siap santap, kali ini para siswa diajak berinteraksi langsung dan mengambil sendiri menu sehat yang telah disediakan.
Kepala SPPG Bantarsari Pabuaran, Yadi, menjelaskan bahwa inovasi ini bukan sekadar urusan teknis distribusi makanan, melainkan upaya mendalam untuk menanamkan karakter sejak dini kepada para siswa.
"Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kami menanamkan nilai kebersamaan, sekaligus mendukung pemenuhan gizi anak sejak dini. Dengan dikemas secara menarik seperti ini, kami berharap para siswa semakin semangat untuk datang ke sekolah dan belajar," ujar Yadi.
Melalui konsep prasmanan, anak-anak secara tidak langsung belajar tentang kedisiplinan dan kesabaran.
Mereka dilatih untuk tertib menunggu giliran tanpa harus dipaksa, yang diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif di luar lingkungan sekolah.
Menu Sehat dan Antusiasme Tinggi
Pada momen spesial yang bertepatan dengan acara halalbihalal ini, pihak sekolah menyajikan menu padat gizi yang terdiri dari nasi, ayam goreng, tumis brokoli, serta tempe bacem bumbu kuning. Kombinasi menu ini dirancang untuk memenuhi standar nutrisi harian anak sekolah.
Yadi menambahkan bahwa meskipun waktu mengantre cukup lama—bahkan mencapai lebih dari satu jam dan melewati batas waktu istirahat ideal—para siswa tetap menunjukkan wajah ceria dan semangat yang tinggi.
"Kami melihat respons siswa sangat hangat. Ada rasa kebersamaan yang tumbuh di sana. Meski harus antre, mereka melakukannya dengan senang hati, bukan karena terpaksa," tambahnya.
Dampak Positif Psikologis Anak
Transformasi cara penyajian dari kotak makan menjadi meja prasmanan terbukti memberikan pengalaman baru yang menyenangkan. Hal ini diyakini memberikan dampak besar bagi perkembangan psikologis dan kebahagiaan siswa di sekolah.
"Mengubah kotak makan menjadi meja prasmanan mampu memberikan dampak besar bagi senyum dan semangat anak-anak," pungkas Yadi.
Dengan adanya program ini, diharapkan pemenuhan gizi anak di wilayah Sukabumi dapat berjalan beriringan dengan edukasi moral yang efektif.(FRA)
Editor : Fikri