KLIKSUKABUMI.COM – Beberapa hari ke belakang, Kabupaten Sukabumi digegerkan dengan dugaan salah satu guru Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Sukalarang yang terindikasi melakukan Child Grooming.
Kasus ini kini tengah menjadi perhatian publik dan investigasi pihak terkait dari beberapa konten oknum guru yang diklaim sebagai pendidikan karakter.
Klikers, istilah child grooming kembali menjadi alarm keras bagi para orang tua di Indonesia khususnya di Sukabumi. Di tengah maraknya kasus kekerasan anak, publik diingatkan bahwa bahaya sering kali tidak datang dengan kekerasan fisik di awal, melainkan melalui manipulasi psikologis yang halus dan terencana.
Mengenal Child Grooming, Manipulasi Dibalik Kebaikan
Child grooming adalah upaya licik pelaku untuk membangun ikatan emosional dengan anak di bawah usia 18 tahun. Menurut International Centre for Missing and Exploited Children (ICMEC), pelaku sengaja menciptakan rasa aman dan percaya agar korban lebih mudah dieksploitasi secara seksual.
Sikap ramah yang tidak wajar, empati berlebihan, hingga pemberian hadiah sering kali menjadi "pintu masuk" yang tidak disadari oleh orang tua.
Data Mengkhawatirkan, 2.063 Anak Menjadi Korban di 2025
Kondisi ini diperparah dengan data terbaru dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 2.063 anak menjadi korban kekerasan. Angka ini menegaskan bahwa anak-anak masih menjadi kelompok paling rentan, terutama dengan masifnya penggunaan platform digital yang mempermudah akses pelaku ke calon korban.
Modus Operandi Pelaku di Ruang Digital
Para predator anak kini lebih cerdik memanfaatkan teknologi. Berikut adalah beberapa taktik yang sering digunakan:
- Penyamaran: Berpura-pura menjadi teman sebaya di media sosial.
- Target Emosional: Memberikan perhatian berlebihan dan memposisikan diri sebagai tempat curhat yang paling mengerti korban.
- Umpan Materi: Memberikan pulsa, item game, atau hadiah fisik sebagai bentuk ikatan.
- Isolasi: Mengajak anak berpindah dari kolom komentar ke private chat atau platform tertutup agar tidak terpantau.
- Eskalasi: Mulai membahas topik privasi hingga seksualitas, yang diakhiri dengan manipulasi emosi atau ancaman.
Langkah Nyata Pencegahan bagi Orang Tua
Mencegah child grooming memerlukan kepekaan ekstra dari lingkungan terdekat. Para ahli menyarankan langkah-langkah berikut:
- Komunikasi Terbuka: Jadikan rumah sebagai tempat aman bagi anak untuk bercerita tanpa takut dihakimi.
- Edukasi Privasi: Ajarkan anak tentang batasan tubuh dan bagian mana yang tidak boleh disentuh atau difoto oleh orang lain.
- Pengawasan Digital: Pantau aktivitas anak di dunia maya tanpa harus bersikap otoriter.
- Tanamkan Keberanian: Ajarkan anak untuk berani berkata "TIDAK" dan segera melapor jika merasa ada komunikasi yang membuat mereka tidak nyaman.
Kesadaran kolektif antara orang tua, guru, dan masyarakat menjadi kunci utama untuk memutus rantai manipulasi ini sebelum terlambat.
Reporter : F. Alfi
Editor : Fikri