KLIKSUKABUMI.COM – Kasus kematian tragis yang menimpa NS, seorang bocah berusia 12 tahun di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, memicu keprihatinan mendalam.
Korban diduga meninggal dunia akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh ibu tirinya, sebuah peristiwa yang menyentak rasa kemanusiaan publik.
Tragedi ini mendapat perhatian serius dari Bupati Sukabumi, Asep Japar. Dalam pernyataan resminya, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi pelaku kekerasan terhadap anak di wilayahnya.
“Ini adalah peristiwa yang sangat memilukan. Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, saya menyampaikan belasungkawa mendalam. Tidak ada toleransi terhadap kekerasan anak di daerah ini,” ujar Asep Japar, Jumat (27/2/2026).
Komitmen Hukum dan Transparansi
Bupati yang akrab disapa Asjap ini menekankan bahwa perlindungan anak adalah prioritas utama yang harus ditegakkan. Ia mendesak agar proses hukum dilakukan secara adil, terbuka, dan profesional tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.
“Kita percayakan sepenuhnya kepada kepolisian untuk mengusut secara tuntas dan transparan. Negara tidak boleh kalah oleh pelaku kekerasan. Keadilan harus ditegakkan,” tegasnya.
Sebagai bentuk respons cepat, Bupati telah menginstruksikan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi untuk turun langsung memberikan pendampingan intensif.
Selain itu, ia meminta seluruh jajaran perangkat wilayah—mulai dari Camat, Kepala Desa, hingga pengurus RT dan RW—untuk meningkatkan kepekaan sosial mereka.
Aparat di tingkat akar rumput diharapkan lebih aktif memantau kondisi warga agar tanda-tanda kekerasan tidak lagi luput dari perhatian.
“Aparat wilayah harus aktif memantau dan cepat merespons laporan warga. Jangan sampai ada indikasi kekerasan yang terabaikan,” kata Bupati dengan nada bicara yang serius.
Ajakan bagi Masyarakat
Di akhir pernyataannya, Asep Japar mengimbau masyarakat agar tidak ragu untuk melaporkan setiap indikasi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), terutama yang mengancam keselamatan anak-anak.
“Kalau ada indikasi kekerasan, segera laporkan. Jangan takut dan jangan diam. Kita harus saling menjaga dan memastikan Sukabumi menjadi tempat yang aman bagi anak-anak,” pungkasnya.
Reporter : F. Alfi
Editor : Fikri