KLIKSUKABUMI.COM – Angin segar berembus bagi para pemudik yang akan melintasi jalur Sukabumi pada musim mudik Lebaran 2026.
Pemerintah melalui Kementerian PUPR memastikan bahwa Tol Bocimi Seksi 3 akan dibuka secara fungsional untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas dan memecah titik-titik rawan kemacetan.
Jalur sepanjang 4,9 kilometer ini direncanakan menghubungkan ujung Tol Cibadak Parungkuda hingga akses menuju Karangtengah, Cibadak.
Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) mengKonfirmasi bahwa pengerjaan jalur ini terus dikebut agar bisa segera dinikmati pengendara dalam waktu dekat.
Melalui akun media sosial resminya pada Senin (16/2/2026), BPJT menjelaskan bahwa sebagian Seksi 3 (Cibadak–Sukabumi Barat) sengaja dipersiapkan untuk mempermudah akses masyarakat. Hingga saat ini, progres fisik pengerjaan proyek tersebut dilaporkan telah mencapai 71,95 persen.
“Jalur fungsional tersebut adalah sebagian Seksi 3, yakni Cibadak–Akses Karangtengah sepanjang 4,9 km. Bagian ini tengah dipersiapkan untuk difungsionalkan sementara tanpa tarif selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 guna mendukung kelancaran lintas,” tulis admin BPJT.
Pantauan Lapangan: Jalur Layak Hingga KM 76
Kesiapan teknis di lapangan juga diperkuat oleh hasil peninjauan langsung jajaran Satlantas Polres Sukabumi. Kanit Turjawali Satlantas Polres Sukabumi, Iptu M. Yanuar Fajar, mengungkapkan bahwa dari hasil pengecekan, terdapat ruas sepanjang kurang lebih lima kilometer yang sudah sangat layak untuk dilintasi kendaraan pemudik.
Ak
“Kalau sampai KM 76 itu mobil biasa dan minibus juga bisa karena track-nya sudah bagus dan sudah pengerasan. Namun setelah KM 76 jalurnya masih terputus dan sedang diupayakan,” ujar Iptu Fajar.
Ia menambahkan bahwa dengan kecepatan normal sekitar 50 kilometer per jam, jarak tersebut dapat ditempuh hanya dalam waktu kurang lebih lima menit. Durasi ini jauh lebih cepat dibandingkan harus melewati jalur arteri yang sering kali terjebak macet parah saat musim libur panjang.
Aturan Operasional dan Batas Jam Melintas
Meskipun menjadi solusi ampuh, penggunaan jalur fungsional ini akan tetap dibatasi dengan aturan ketat. Mengingat infrastruktur pendukung seperti lampu penerangan jalan belum memadai, operasional tol kemungkinan besar hanya diperbolehkan pada siang hari hingga menjelang petang.
Iptu Fajar menjelaskan bahwa jika nantinya resmi dibuka, operasional akan dibatasi maksimal hingga pukul 17.00 WIB. Selain itu, petugas akan memberlakukan pengaturan arus secara situasional, termasuk kemungkinan penerapan satu lajur atau satu arah (one way) tergantung pada volume kepadatan kendaraan saat arus mudik maupun balik.
“Ini masih estimasi dan tergantung cuaca serta progres kontraktor. Mudah-mudahan dalam waktu sebulan atau menjelang Idul Fitri sudah layak dilintasi,” pungkasnya.
Reporter : F. Alfi
Editor : Fikri