KLIKSUKABUMI.COM – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, memberikan peringatan serius mengenai tantangan pengelolaan sampah di wilayahnya. Hal ini disampaikan saat ia menghadiri Sosialisasi dan Kampanye Lingkungan Restoeboemi di Masjid Sejuta Pemuda pada Rabu (18/2/2026).
Kegiatan yang dihadiri oleh Ketua Restoeboemi Kia Florita, perwakilan Dispora, DLH, Disdik, hingga para kepala sekolah PAUD se-Kota Sukabumi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran lingkungan kolektif.
Dalam sambutannya, Bobby Maulana mengungkapkan bahwa sistem pengelolaan sampah "kumpul, angkut, buang" yang selama ini mendominasi sudah tidak lagi ideal.
Dampaknya sangat terasa pada sisi finansial daerah. Pada tahun 2025, Pemerintah Kota Sukabumi terpaksa mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp1,5 miliar hanya untuk biaya operasional penggalian dan pengurugan sampah.
Saat ini, volume sampah yang masuk ke TPS Cikundul telah mencapai angka 184 hingga 187 ton setiap harinya. Bobby mengkhawatirkan adanya lonjakan tonase seiring dibukanya akses tol sesi tiga, yang secara tidak langsung akan menambah beban anggaran daerah.
"Lonjakan tonase sampah ini berpotensi membebani anggaran daerah yang seharusnya dapat diarahkan untuk pembangunan infrastruktur," tegas Bobby Maulana.
Memulai Solusi dari Rumah Tangga
Sebagai solusi jangka panjang, ia menekankan pentingnya membangun kesadaran dari hulu. Pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dinilai sebagai langkah paling efektif untuk mengurangi beban di tempat pembuangan akhir.
Bobby mendorong masyarakat untuk mengolah sampah organik melalui sumur biopori dan mengelola sampah non-organik agar memiliki nilai guna kembali.
Targetnya, sampah yang terbuang ke TPS Cikundul ke depannya hanyalah berupa residu yang benar-benar tidak bisa diolah lagi.
Lebih lanjut, Bobby menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan bagian dari visi besar membangun generasi muda yang cinta lingkungan dan bernilai ibadah.
"Saya mengajak generasi muda untuk menjadikan pengelolaan sampah sebagai budaya, mengubah sampah dari 'musuh' menjadi 'berkah' melalui kesadaran dan kebiasaan yang berkelanjutan," tambahnya.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan anak usia dini (PAUD), Pemerintah Kota Sukabumi berharap pesan pelestarian lingkungan ini dapat tertanam sejak dini demi masa depan kota yang lebih bersih dan sehat.
Reporter : F. Alfi
Editor : Fikri