KLIKSUKABUMI.COM – Umat Muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia, mulai menjalani ibadah puasa hari pertama pada bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada hari ini, Kamis (19/2/2026).
Momentum ini merupakan waktu yang paling dinanti karena keberkahan yang melimpah, mulai dari pahala yang dilipatgandakan hingga kehadiran malam Lailatul Qadar yang lebih mulia dari seribu bulan.
Menyambut bulan yang penuh rahmat ini, Rasulullah SAW telah mencontohkan beberapa doa khusus untuk memohon kesiapan fisik dan batin. Melansir dari laman resmi Nahdlatul Ulama (NU), terdapat tiga doa yang dianjurkan untuk dibaca agar ibadah Ramadan kita berjalan maksimal dan diterima oleh Allah SWT.
Berikut adalah teks lengkap doa yang diriwayatkan oleh para imam hadis untuk mengawali perjalanan spiritual Anda:
1. Doa Memohon Keselamatan Ibadah
Diriwayatkan oleh Imam At-Thabarani dan Imam Ad-Dailami, doa ini berfokus pada permohonan agar kita diberi kesehatan untuk beribadah dan dijauhkan dari maksiat.
اللَّهُمَّ سَلِّمْنِيْ لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِيْ وَسَلِّمْهُ مِنِّيْ
Allāhumma sallimnī li Ramadhāna, wa sallim Ramadhāna lī, wa sallimhu minnī.
Artinya: "Ya Allah, selamatkanlah aku (dari penyakit dan uzur lain) demi (ibadah) Bulan Ramadan, selamatkanlah (penampakan hilal) Ramadan untukku, dan selamatkanlah aku (dari maksiat) di Bulan Ramadan."
2. Doa Kesyukuran atas Pergantian Bulan
Berdasarkan riwayat Imam Abu Dawud, doa ini merupakan bentuk pengakuan iman kepada Sang Pencipta atas datangnya bulan petunjuk.
هِلالُ رُشْدٍ وَخَيْرٍ (مرتين)، آمَنْتُ بِالَّذِي خَلَقَكَ (ثلاث مرات)، الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي ذَهَبَ بِشَهْرِ كَذَا ، وَجَاءَ بِشَهْرِ كَذَا
Hilālu rusydin wa khairin (2 kali), āmantu bil ladzī khalaqaka (3 kali), alhamdulillāhil ladzī dzahaba bi syahri kadzā, wa jā’a bi syahri kadzā.
Artinya: "Bulan petunjuk dan kebaikan (2 kali). Aku beriman kepada Tuhan yang menciptakanmu (3 kali). Segala puji bagi Allah yang menghilangkan bulan itu, dan mendatangkan bulan ini."
3. Doa Memohon Kebaikan dan Perlindungan
Dikutip oleh Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami dari riwayat Imam Ahmad, doa ini menekankan pada penyerahan diri sepenuhnya kepada kekuasaan Allah yang Maha Agung.
اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ العَظِيْمِ، اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الشَّهْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الْقَدَرِ، وَمنْ شَرِّ الْمَحْشَرِ
Allāhu akbaru, lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil ‘azhīmi. Allāhumma innī as’aluka khaira hādzas syahri, wa a‘ūdzu bika min syarril qadari, wa min syarril mahsyari.
Artinya: "Allah Maha Besar. Tiada daya dan upaya kecuali berkat pertolongan Allah yang Maha Agung. Aku memohon kepada-Mu kebaikan bulan ini (Ramadan). Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan takdir dan keburukan mahsyar."
Harapan di Ramadan 1447 H
Datangnya bulan suci ini adalah kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk memperbaiki diri. Dengan mengamalkan doa-doa di atas, diharapkan kita senantiasa diberikan kekuatan fisik dan spiritual agar Ramadan tahun ini jauh lebih berkualitas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, hingga akhirnya kita mampu meraih derajat ketakwaan yang hakiki.
Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 H. Semoga segala amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.
Reporter : F. Alfi
Editor : Fikri