KLIKSUKABUMI.COM – Kota Sukabumi kembali menunjukkan pesonanya sebagai kota paling toleran di Jawa Barat melalui perayaan Tahun Baru Imlek yang berlangsung meriah dan khidmat.
Ratusan warga dari berbagai penjuru daerah memadati kawasan Vihara untuk menyaksikan momen pergantian tahun dalam penanggalan Tionghoa tersebut.
Kemeriahan Imlek di Sukabumi tahun ini dinilai memiliki keunikan tersendiri yang mampu menarik wisatawan luar kota. David dan Yeni, pengunjung asal Bandung, mengaku terkesan dengan pertunjukan seni yang ditampilkan, terutama atraksi Barongsai.
"Luar biasa meriah, berbeda juga dengan kota-kota lain. Mereka punya ciri khas juga, terutama tadi ada penampilan barongsai yang berbeda dari kota lain," ujar David dan Yeni saat ditemui di lokasi.
Hal senada diungkapkan oleh Budianto Saripudin, warga asal Tangerang yang tumbuh besar di Sukabumi. Ia menilai konsistensi kualitas perayaan di kota ini tetap terjaga dari tahun ke tahun.
Bagi masyarakat Tionghoa, Imlek adalah momentum refleksi diri. Selain kesehatan dan rezeki, harapan akan kondisi bangsa yang lebih baik juga menjadi poin utama dalam doa-doa yang dipanjatkan.
"Harapan lebih untuk diri sendiri, keluarga, dan orang-orang tersayang, semoga semuanya dikasih kesehatan, kesejahteraan, rezeki yang melimpah, kemudian juga karirnya yang semakin meningkat," tutur Budianto.
Ia pun menitipkan pesan kolektif untuk masa depan Indonesia. "Kita mengharapkan kesehatan untuk semuanya. Kesejahteraan untuk negara kita sendiri, rakyatnya, pemimpinnya semua bisa adil, bijaksana, dan makmur di segala bidang tentunya," imbuhnya.
Barometer Toleransi Nasional
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan bahwa kesuksesan acara ini membuktikan posisi Sukabumi sebagai peringkat pertama kota paling toleran di Jawa Barat dan peringkat keenam secara nasional.
"Yang pertama, Sukabumi sudah tercatat sebagai kota toleransi. Terbaik nomor satu di Jawa Barat dan nomor enam se-Indonesia, ini harus dipertahankan. Artinya kerukunan umat beragama di Kota Sukabumi sudah sesuai dengan harapan dan tinggal kita tingkatkan ke level nasional," tegas Ayep Zaki.
Menurutnya, kerukunan antarumat beragama merupakan pondasi utama dalam membangun kedaulatan ekonomi, sosial, dan pendidikan di Sukabumi.
Demi menjamin kenyamanan warga, Polres Sukabumi Kota menyiagakan personel di berbagai titik vital.
Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo, memastikan situasi kamtibmas tetap terkendali.
"Kami semua aparat penegak hukum mendukung perayaan Imlek ini dan kami selalu menjaga ketertiban wilayah hukum Sukabumi Kota. Sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman terkendali. Siapapun agamanya, kita tetap rukun," jelas AKBP Sentot.
Terkait mobilitas masyarakat, pihak kepolisian telah menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk memastikan arus lalu lintas tetap mengalir lancar selama perayaan berlangsung.
Reporter : F. Alfi
Editor : Fikri