KLIKSUKABUMI.COM – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi sejak Senin hingga Selasa (17/2/2026) sore memicu rentetan bencana alam.
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi melaporkan tiga kecamatan terdampak serius oleh tanah longsor dan banjir luapan.
Petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengungkapkan bahwa rangkaian bencana ini bermula dari hujan lebat yang merata di berbagai wilayah, yang kemudian memicu kerusakan infrastruktur dan mengancam pemukiman warga.
Bencana bermula di Kecamatan Cikembar pada Senin sore, tepatnya di Kampung Ciangsana, Desa Sukamulya.
Material tanah sepanjang 30 meter dengan tinggi 15 meter dilaporkan menggerus sebagian badan jalan kabupaten. Kondisi ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang melunakkan struktur tanah di lokasi tersebut.
"Hujan deras yang mengguyur wilayah Cikembar mengakibatkan sebagian jalan kabupaten di Puncak Madura longsor. Dimensinya cukup besar dengan panjang mencapai 30 meter," ujar Daeng Sutisna dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026) malam.
Banjir dan Longsor Melanda Cibadak
Dampak cuaca ekstrem meluas ke Kecamatan Cibadak pada hari Selasa dengan tiga titik kejadian sekaligus. Di Desa Warnajati, longsor menimbun halaman rumah milik Ibu Nurhayati.
Tak lama berselang, debit air Sungai Cipangasahan di Desa Sukasirna meningkat drastis hingga meluap ke permukiman warga dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter.
Masih di Desa Sukasirna, tepatnya di Kampung Bangkuwong, longsoran tanah setinggi 4 meter menimbun halaman rumah milik Endin Saepudin yang dihuni oleh enam jiwa. Beruntung, warga segera bereaksi cepat melakukan penanganan mandiri.
"Di Cibadak, warga langsung bergerak cepat melakukan kerja bakti bersama perangkat desa untuk membersihkan material lumpur. Untuk banjir luapan, air dilaporkan berangsur surut setelah hujan reda selama tiga jam berkat upaya gotong royong warga," jelas Daeng.
Pergeseran Tanah di Cicurug dan Kondisi Terkini
Sementara itu, di Kecamatan Cicurug, pergeseran tanah terjadi di Kampung Papisangan, Desa Caringin.
Insiden ini menyebabkan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 6 meter ambruk. Meski rentetan bencana ini menimbulkan kerugian materi yang cukup besar, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam seluruh rangkaian kejadian tersebut.
Hingga Selasa malam, tim Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi tetap bersiaga memantau titik-titik rawan bencana melalui aplikasi InaRisk dan frekuensi radio. Daeng Sutisna mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat kelembaban udara saat ini mencapai 96% dengan suhu 22°C, yang menandakan potensi hujan susulan masih sangat tinggi.
Reporter : F. Alfi
Editor : Fikri