KLIKSUKABUMI.COM – Sebuah video memilukan kembali memotret potret buram infrastruktur di Indonesia. Akibat akses jalan yang hancur, seorang ibu yang baru saja melahirkan di Dusun Cidahu, Desa Tanjungsari, Kabupaten Sukabumi, terpaksa ditandu warga menggunakan bambu dan kain sarung demi mendapatkan pertolongan medis, Kamis (5/2/2026).
Peristiwa ini menjadi viral setelah Galih (25), seorang warga setempat, mengunggah momen perjuangan warga melewati medan jalan yang sulit dilalui kendaraan. Kondisi darurat ini dipicu oleh kontraksi hebat yang dialami pasien pasca melahirkan di rumahnya pada Rabu (4/2/2026).
Warga harus berjibaku menandu pasien sejauh 800 meter di atas jalanan yang rusak parah untuk mencapai titik penjemputan mobil medis. Galih menjelaskan bahwa tindakan ini adalah satu-satunya pilihan karena kendaraan tidak sanggup masuk ke lokasi.
"Itu habis melahirkan kemarin, karena mengalami kontraksi kembali dan pada akhirnya dibawa ke rumah sakit. Karena kondisi jalan rusak, makanya ditandu menuju kendaraan," ujar Galih pada Jumat (6/2/2026).
Nyawa Bayi Tak Tertolong
Ketertinggalan infrastruktur ini harus dibayar mahal dengan nyawa. Bayi yang baru dilahirkan dinyatakan meninggal dunia sebelum sang ibu berhasil dievakuasi ke rumah sakit.
Keterlambatan ambulans mencapai lokasi akibat jalan rusak menjadi penyebab utama penanganan medis tidak sempat dilakukan tepat waktu.
"Melahirkannya lancar, cuma bayinya pas keluar tidak bersuara. Waktu itu mau dibawa ke rumah sakit si bayi, cuma karena faktor jalan yang rusak, ambulans telat datang dan si bayi meninggal setelah beberapa jam dilahirkan," ungkap Galih dengan nada getir.
Selain menghambat akses kesehatan, Galih menambahkan bahwa jalan yang rusak ini juga mencekik perekonomian warga dan petani yang kesulitan mendistribusikan hasil bumi mereka.
Pihak UPTD Pekerjaan Umum (PU) Wilayah Jampangtengah mengonfirmasi bahwa jalur tersebut merupakan jalan kabupaten ruas Leuwi Liang–Bojongtipar.
Menanggapi kejadian tragis ini, pemerintah mengaku telah mengajukan permohonan perbaikan.
Kepala Bagian Tata Usaha UPTD PU Jampangtengah, Robi Ferdian, menyatakan keprihatinannya dan berharap perbaikan segera direalisasikan.
"Benar, itu jalan kabupaten. Kami sudah mengusulkan untuk dilakukan perbaikan ke Dinas PU. Mudah-mudahan bisa segera terwujud agar kejadian serupa tidak terulang," jelas Robi.
Reporter : A. Alfi
Editor : Fikri