BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Heboh Temuan Belatung dalam Paket Makan Bergizi Gratis Siswa PAUD di Sukabumi

KLIKSUKABUMI.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, tengah menjadi sorotan tajam. 

Sebuah video berdurasi 12 detik viral di jagat maya setelah memperlihatkan adanya belatung hidup dalam menu ayam asam manis yang dibagikan kepada siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Cimanggu, Jumat (6/2/2026).

Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas belatung putih merayap di sela-sela tulang dan bagian sayap ayam saat kemasan makanan dibuka oleh orang tua siswa di rumah.

Insiden ini memicu gelombang protes dari para wali murid. Mereka merasa khawatir karena target program ini adalah anak usia dini yang memiliki sistem imun yang masih rentan.

Salah satu orang tua siswa yang meminta identitasnya dirahasiakan menyatakan keprihatinannya atas kualitas pengolahan makanan tersebut.

"Kami sebagai orang tua sangat khawatir. Anak-anak PAUD masih sangat rentan. Program ini tujuannya baik, tapi kalau kualitas makanannya seperti ini, tentu membahayakan kesehatan," ungkapnya.

Ia pun mendesak pihak berwenang untuk melakukan evaluasi total terhadap seluruh rantai produksi, mulai dari pemilihan bahan baku hingga distribusi.

"Jangan sampai program yang niatnya untuk menyehatkan anak justru menimbulkan masalah baru," tambahnya dengan tegas.

Tanggapan Penyedia Jasa: Klaim Prosedur Sudah Sesuai

Merespons temuan tersebut, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jayanti Yayasan Indung Asih Bangsa, Muhamad Ripjan, memberikan klarifikasi. 

Meskipun membenarkan bahwa makanan tersebut berasal dari pihaknya, ia mengaku heran dengan adanya temuan belatung.

"Kami sudah melakukan proses memasak dengan suhu maksimal. Jadi, kami tidak tahu belatung itu muncul dari mana. Apalagi jika melihat spesifikasinya, makanan tersebut dibawa pulang ke rumah, tidak dimakan langsung dari wadahnya," ujar Ripjan.

Menurutnya, operasional dapur telah mengikuti prosedur standar operasional (SOP). Menu yang terdiri dari ayam asam manis, tumis labu siam, tempe goreng, dan anggur tersebut diklaim telah diperiksa oleh asisten lapangan sebelum didistribusikan.

Pihak penyedia jasa menjelaskan bahwa pengiriman dilakukan pada pukul 07.00 WIB. Namun, karena jam belajar siswa PAUD yang singkat, makanan tersebut tidak dikonsumsi di sekolah.

"Siswa PAUD biasanya sudah pulang pukul 09.30 atau 10.00 WIB. Informasi dari pihak sekolah, makanan tersebut tidak sempat dikonsumsi di sekolah, makanya dibawa pulang oleh siswa," tutup Ripjan.

Hingga saat ini, kasus ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di wilayah Sukabumi guna menjamin keamanan pangan bagi para siswa di masa mendatang.


Reporter : F. Alfi
Editor : Fikri

Heboh Temuan Belatung dalam Paket Makan Bergizi Gratis Siswa PAUD di Sukabumi
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin