KLIKSUKABUMI.COM – Nasib tragis menimpa NS (12), seorang pelajar SMP sekaligus santri asal Kampung Cimandala, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.
Remaja yang dikenal tekun beribadah ini menghembuskan napas terakhir dengan kondisi tubuh penuh luka bakar, diduga akibat penyiksaan keji oleh ibu tirinya.
Kematian NS menyisakan duka mendalam bagi sang ayah, Anwar Satibi (38).
Ia mengenang putra sulungnya sebagai sosok yang memiliki cita-cita mulia untuk menjadi seorang ulama.
"Anak saya cita-citanya ingin jadi kiai, itu yang membuat saya sangat sakit. Sampai kemarin saat saya pulang dari Sukabumi, saya kasih uang 50 ribu untuk bekal di pesantren, dia sangat senang," ungkap Anwar dengan nada bergetar di RS Bhayangkara Setukpa Polri, Jumat (20/2/2026).
Pengakuan Memilukan di Detik Terakhir
Kecurigaan keluarga bermula saat ditemukan luka melepuh di sekujur tubuh NS, mulai dari dada hingga kaki.
Sebelum meninggal dunia di RSUD Jampang Kulon, NS sempat memberikan pengakuan mengejutkan kepada ayah dan kakek angkatnya, Haji Isep.
Anwar menyebutkan bahwa dalam kondisi kritis, anaknya berbicara jujur mengenai penyebab luka tersebut.
"Ditanyalah ini anak di IGD, ya ngaku dikasih minum air panas. Jawabnya jujur karena saat itu dia sudah dalam kondisi seperti itu (kritis). Makanya saya dorong autopsi agar semua jelas dan tidak jadi fitnah," tegas Anwar.
Haji Isep menambahkan bahwa pernyataan NS sempat direkam sebagai bukti. "Dia bilang itu sama mama (ibu tiri). Ada bukti videonya, itu ucapan almarhum sendiri," tuturnya.
Tim forensik RS Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban. Kepala RS Bhayangkara, Kombes Pol dr. Carles Siagian, mengonfirmasi adanya temuan kekerasan fisik akibat suhu panas.
"Ditemukan luka bakar di lengan, kaki, dan punggung. Selain itu, ada luka bakar di area bibir dan hidung. Paru-parunya ditemukan sedikit membengkak," jelas dr. Carles.
Untuk mendalami penyebab pasti kematian, pihak medis telah mengirim sampel organ ke Jakarta guna memastikan apakah terdapat zat berbahaya lain di dalam tubuh korban.
Pelaku Sempat Berjanji Taubat Setahun Lalu
Ironisnya, dugaan penganiayaan ini bukan pertama kalinya terjadi. Setahun yang lalu, Anwar pernah melaporkan istrinya ke pihak berwajib atas kasus serupa. Namun, laporan tersebut dicabut setelah pelaku memohon ampun.
"Dulu dia sujud ke saya janji mau tobat. Ternyata sekarang terulang lagi sampai anak saya meninggal," sesal Anwar.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono, menyatakan bahwa pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan mendalam.
Saat ini, penyidik masih menunggu hasil laboratorium forensik untuk menentukan langkah hukum selanjutnya terhadap terduga pelaku.
Keluarga berharap keadilan ditegakkan atas hilangnya nyawa NS yang seharusnya kembali ke pondok pesantren untuk melanjutkan pendidikannya setelah libur Ramadan.
Reporter : F. Alfi
Editor : Fikri