BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Cara Niat Puasa Ramadhan yang Benar Agar Sah: Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

KLIKSUKABUMI.COM – Kedatangan bulan suci Ramadan selalu dinanti dengan antusiasme tinggi. Namun, di balik kemuliaannya, ada aspek teknis ibadah yang sering memicu kekhawatiran umat Islam: Niat. Sebagai rukun paling fundamental, sah atau tidaknya puasa seseorang bergantung sepenuhnya pada niat yang dilakukan di malam hari.

​Seringkali karena kelelahan setelah shalat Tarawih, seseorang tertidur pulas hingga melewatkan waktu sahur dan terbangun saat azan Subuh. Pertanyaan klasik pun muncul: "Jika lupa berniat di malam hari, apakah puasa saya tetap sah?"

​Untuk menjawab keraguan ini, penting bagi kita memahami diskursus fiqih antara Niat Harian dan Niat Bulanan.


Niat: "Tiket Masuk" Ibadah yang Tak Boleh Terlewat

​Dalam Islam, niat bukan sekadar formalitas. Rasulullah SAW menegaskan bahwa setiap amal bergantung pada niatnya. Khusus untuk puasa wajib seperti Ramadhan, berlaku syarat Tabyit, yaitu menginapkan niat pada malam hari sebelum terbit fajar. Tanpa niat yang benar, puasa hanya akan bernilai sebagai aksi mogok makan atau diet biasa tanpa pahala di sisi Allah SWT.


Perdebatan Fiqih: Niat Setiap Malam vs Niat Sebulan Penuh

​Terdapat dua pandangan utama dari para ulama besar yang memberikan perspektif berbeda bagi umat:

1. Mazhab Syafi’i: Wajib Niat Setiap Malam

​Mayoritas masyarakat Indonesia mengikuti pandangan ini. Ulama Syafi’iyah memandang setiap hari di bulan Ramadan sebagai ibadah yang berdiri sendiri (terpisah).

  • Logika: Jika puasa hari Senin batal, puasa hari Selasa tidak otomatis batal.
  • Konsekuensi: Anda wajib memperbarui niat setiap malam. Jika lupa, menurut mazhab ini, puasa hari tersebut dianggap tidak sah dan wajib di-qadha (diganti) di kemudian hari.

2. Mazhab Maliki: Cukup Satu Niat di Awal Ramadan

​Mazhab Maliki menawarkan pandangan yang lebih memudahkan. Mereka menganggap puasa Ramadan sebagai satu kesatuan ibadah yang utuh (Ibadah Murakkabah), mirip seperti rangkaian rakaat dalam satu shalat.

  • Logika: Cukup berniat satu kali di malam pertama untuk berpuasa selama satu bulan penuh.
  • Konsekuensi: Jika di tengah bulan Anda lupa berniat, puasa Anda tetap dianggap sah karena sudah "ter-cover" oleh niat di awal bulan.

"Win-Win Solution" dari Ulama Nusantara

​Menghadapi perbedaan ini, para ulama di Indonesia—khususnya dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU)—memberikan solusi bijaksana sebagai bentuk kehati-hatian (Ihtiyath):

  1. Malam Pertama Ramadan: Umat diajak melakukan niat puasa untuk satu bulan penuh mengikuti Mazhab Maliki. Ini berfungsi sebagai "ban serep" atau jaring pengaman jika di kemudian hari kita lupa berniat.
  2. Setiap Malam: Tetap istiqomah melafalkan niat harian mengikuti Mazhab Syafi’i untuk meraih keutamaan dan kesempurnaan ibadah.

lafal niat puasa Ramadhan dalam versi Arab, Latin, dan artinya agar ibadah Anda semakin mantap:

1. Niat Puasa Harian (Mazhab Syafi'i)

Dibaca setiap malam hari atau saat sahur sebelum waktu Subuh.

Teks Arab:

      نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Teks Latin:

Nawaitu shauma ghadin 'an adā'i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta'ālā.

Artinya:

"Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban fardhu di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta'ala."


2. Niat Puasa Satu Bulan Penuh (Mazhab Maliki)

Dibaca pada malam pertama bulan Ramadhan sebagai langkah antisipasi jika lupa niat di tengah bulan.

Teks Arab:

      نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ كُلِّهِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Teks Latin:

Nawaitu shauma syahri Ramadhāna kullihi lillāhi ta'ālā.

Artinya:

"Aku niat berpuasa selama satu bulan penuh pada bulan Ramadhan ini karena Allah Ta'ala."


​Perbedaan pendapat ulama adalah rahmat. Dengan menggabungkan niat bulanan di awal dan niat harian setiap malam, kita bisa beribadah dengan lebih tenang dan aman dari sifat lupa. Mari persiapkan ilmu sebelum Ramadhan tiba agar ibadah kita berjalan maksimal.

Reporter : F. Alfi
Editor : Fikri
Cara Niat Puasa Ramadhan yang Benar Agar Sah: Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin