KLIKSUKABUMI.COM – Memasuki awal tahun 2026, sejumlah ruas jalan provinsi di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi terpantau masih mengalami kerusakan.
Kondisi jalan yang berlubang hingga amblas di beberapa titik krusial memicu keluhan dari para pengguna jalan yang melintas.
Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan II pada Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat, Harry Kuswian, mengakui bahwa perbaikan jalan belum bisa berjalan optimal. Kendala utama yang dihadapi saat ini adalah masalah teknis pada produksi aspal.
Harry menjelaskan bahwa perbaikan di awal tahun ini sedikit terhambat karena pasokan aspal belum tersedia secara normal di wilayah lokal. Akibatnya, tim harus mendatangkan material aspal dari lokasi yang lebih jauh hanya untuk menambal titik-titik kerusakan.
“Kita baru berhenti kalau memang produksi aspal tidak ada. Contoh di awal tahun ini mungkin agak sedikit (perbaikan) karena kita harus mengambil produksi jauh. Jadi terkendala,” ujar Harry, Jumat (20/2/2026).
Menurut Harry, unit Asphalt Mixing Plant (AMP) yang ada di Sukabumi biasanya baru akan kembali beroperasi normal pada bulan Maret.
Meski terkendala material, pihak Dinas Bina Marga tetap mengupayakan penanganan jalan rusak, terutama prosedur tambal sulam di titik prioritas demi keselamatan pengendara.
Tantangan Alam dan Anggaran Ratusan Miliar
Jika meninjau capaian tahun lalu, perbaikan dan pemeliharaan jalan provinsi di Sukabumi sepanjang 2025 telah menjangkau total panjang sekitar 35 kilometer.
Pekerjaan tersebut tersebar di sejumlah titik rawan dengan dukungan anggaran yang mencapai kurang lebih Rp200 miliar.
Namun, selain kendala produksi aspal, faktor alam menjadi tantangan berat bagi tim di lapangan. Harry menyebutkan bahwa banyak ruas jalan provinsi di Sukabumi berada di wilayah dengan kondisi tanah labil yang rawan pergerakan.
“Banyak gangguan di kita itu banyak lokasi yang rawan tanah bergerak. Yang jelas di semua ruas kita tetap berupaya melakukan perbaikan dan perawatan,” tegasnya.
Saat ini, tingkat kemantapan jalan provinsi di Sukabumi tercatat baru mencapai 84,86 persen dari total panjang jalan 347 kilometer.
Angka tersebut diakui Harry masih tertinggal jika dibandingkan dengan capaian wilayah pelayanan UPTD lainnya di Jawa Barat.
“Untuk masalah kemantapan di jalan provinsi ini kurang lebih di 84,86 persen, jadi masih jauh tertinggal dari jalan provinsi lain di wilayah UPTD lain,” pungkasnya.
Reporter : F. Alfi
Editor : Fikri