BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Anak Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Ponpes Darul Ma'arif Cibitung Sukabumi Kenang Sosok Korban

Korban Dikenal Santri Pintar dan Humoris
KLIKSUKABUMI.COM – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar SMPIT dan Pondok Pesantren Darul Ma’arif Cibitung, Kabupaten Sukabumi. 

Salah satu santri terbaik mereka, NS (12), dilaporkan meninggal dunia di RSUD Jampangkulon pada Kamis (19/2/2026). 

Kematian remaja kelahiran 21 Januari 2013 ini menyisakan tanda tanya besar akibat kondisi fisik almarhum yang cukup memprihatinkan.

NS, yang baru menuntut ilmu kurang dari satu tahun di pesantren tersebut, menghembuskan napas terakhir dengan kondisi luka bakar hampir di seluruh bagian tubuhnya. 

Kabar ini mengejutkan pihak pesantren, mengingat NS sedang berada di rumah keluarganya karena asrama sekolah tengah direnovasi menjelang libur Ramadan.

Pimpinan Ponpes Darul Ma’arif, Abdurrahman, mengaku baru mengetahui kondisi kritis NS dari ayah kandung almarhum pada Kamis pagi.

"Sore harinya kami mendapat kabar bahwa almarhum telah meninggal dunia. Saya langsung berangkat ke rumah sakit. Saat melihat langsung, kondisi tubuhnya cukup mengkhawatirkan dengan luka bakar," ujar Abdurrahman, Minggu (22/2/2026).

Sosok Santri Berprestasi dan Humoris

Kepergian NS meninggalkan kesedihan mendalam bagi guru dan rekan-rekannya. Di lingkungan sekolah, NS dikenal sebagai pribadi yang menonjol, baik secara akademik maupun etika. 

Karena kepribadiannya yang baik, pihak pesantren bahkan memberikan keringanan biaya pendidikan hingga bantuan kitab.
Sogirin, Operator SMPIT Darul Ma’arif, mengenang almarhum sebagai anak yang sangat disayangi. 

Senada dengan itu, Abdurrahman juga mengingat momen terakhir sebelum libur panjang dimulai.

"NS itu santri yang aktif, pintar, sopan, dan humoris. Bahkan sehari sebelum libur panjang, dia masih bermain bola di halaman sekolah bersama teman-temannya," kenang Abdurrahman.

Sebelum dinyatakan kritis, NS tinggal di rumah ibu sambungnya di Kampung Talagasari, Desa Bojongsari, Jampangkulon. Meskipun sempat dikabarkan pernah berobat ke Puskesmas, lima hari sebelum wafat NS terpantau masih bugar saat berkunjung ke rumah kerabatnya di wilayah Surade.

Pihak pesantren kini hanya bisa berharap agar penyebab pasti di balik luka bakar yang dialami NS dapat segera terungkap secara terang benderang.

"Kami sangat kehilangan. Semoga almarhum husnul khatimah dan semoga kejadian ini bisa terungkap dengan terang," pungkas Abdurrahman.


Reporter : F. Alfi
Editor : Fikri

Anak Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Ponpes Darul Ma'arif Cibitung Sukabumi Kenang Sosok Korban
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin