BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Tragis! PMI Asal Sukabumi Sakit Parah di Shanghai, Diduga Jadi Korban TPPO dan Diperas Rp50 Juta

Korban Diduga Korban TPPO
KLIKSUKABUMI.COM – Praktik kotor dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kembali menelan korban warga Sukabumi. Lanti (46), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI), kini terjebak dalam kondisi memprihatinkan di Shanghai, Tiongkok. Tak hanya berjuang melawan penyakit parah, ia diduga menjadi sasaran pemerasan oleh sindikat mafia pekerja migran.

Pihak keluarga mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan: mereka diminta uang tebusan sebesar Rp50 juta agar Lanti bisa dipulangkan ke tanah air. Permintaan fantastis ini muncul justru di saat kondisi kesehatan Lanti merosot drastis akibat penyakit yang dideritanya selama enam bulan terakhir.

Sekretaris Disnakertrans Kota Sukabumi, Endang Toib, menegaskan bahwa pola permintaan uang tebusan tersebut merupakan ciri khas sindikat ilegal yang memanfaatkan ketidakberdayaan korban.

"Kalau ada permintaan tebusan sampai puluhan juta, itu sudah di luar ranah resmi pemerintah. Itu indikasi kuat keterlibatan sindikat. Situasi terjepit yang dialami korban justru dimanfaatkan oleh mereka untuk mencari keuntungan," ujar Endang, Selasa (6/1/2026).

Jejak Agen "Dewi Tjong" dan Jalur Non-Prosedural

Nama seorang agen asal Jawa Timur, Dewi Tjong, kini menjadi sorotan utama. Ia diduga kuat sebagai pihak yang memberangkatkan Lanti secara non-prosedural menggunakan visa turis pada tahun 2019 silam.

Saat ini, Lanti dilaporkan terisolasi di sebuah lokasi penampungan tanpa nama di Shanghai tanpa akses medis yang memadai. Padahal, sekujur tubuhnya dikabarkan telah mengalami pembengkakan hebat.

Ketua RW 07, Asep Ramdani, menjelaskan bahwa pihak agen seolah menutup mata dan lepas tanggung jawab atas nyawa Lanti.

"Ibu Lanti mengaku sebagai korban. Di penampungan itu sudah tidak ada biaya untuk makan dan pengobatan. Agen yang menangani sekarang bernama Dewi Tjong, asal Jawa Timur. Keluarga sudah meminta pertanggungjawaban, tapi tidak ada tanggapan sama sekali dari dia," tutur Asep.

Meskipun terdapat kendala administratif terkait domisili penerbitan paspor di wilayah Kabupaten Sukabumi, Pemerintah Kota Sukabumi tetap mengambil langkah tegas. Mereka mendesak kementerian terkait untuk segera melakukan langkah evakuasi darurat.
Kondisi Lanti yang kian memburuk menjadikan kasus ini bukan sekadar masalah administrasi migran, melainkan darurat kemanusiaan. 

Kini, harapan besar tertumpu pada otoritas diplomatik Indonesia di Tiongkok untuk menyelamatkan Lanti dari cengkeraman sindikat dan membawanya pulang demi perawatan medis yang layak.(FRA)


Tragis! PMI Asal Sukabumi Sakit Parah di Shanghai, Diduga Jadi Korban TPPO dan Diperas Rp50 Juta
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin