BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Dugaan Keracunan Massal MBG di Simpenan Sukabumi, SPPG Anugerah Satu Alam Loji Akui Lalai

SPPG Beli Tahu Berjamur dari Vendor Luar Dapur

KLIKSUKABUMI.COM – Pihak Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG) Anugerah Satu Alam Loji akhirnya buka suara terkait insiden keracunan massal yang menimpa 22 siswa dan guru di Kecamatan Simpenan. Manajemen mengakui adanya celah pengawasan pada bahan makanan yang dipasok oleh pihak ketiga.

​Asisten Lapangan SPPG Loji, Yanyan Sugiyanto, mengungkapkan bahwa menu tahu yang menjadi pemicu keracunan tersebut tidak melalui proses pengolahan di dapur internal mereka, melainkan dibeli dalam kondisi siap konsumsi.

​Menurut Yanyan, pihak SPPG membeli tahu Sumedang yang sudah matang dari supplier luar. Di dapur SPPG, petugas hanya melakukan proses pengemasan sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah.

​"Tahu itu dari supplier, kami beli dalam kondisi sudah matang. Di dapur hanya dilakukan pengemasan, tidak ada proses pengolahan lagi. Itu tahu Sumedang yang sudah siap makan, lalu dikemas dan didistribusikan," kata Yanyan dalam keterangannya, Kamis (29/1/2026).

​Meski operasional dapur didampingi ahli gizi bersertifikat, Yanyan mengakui pihaknya kecolongan dalam pengecekan kualitas akhir bahan jadi tersebut. Ia menyampaikan permohonan maaf mendalam kepada seluruh Daftar Penerima Manfaat (DPM).

​"Saat proses masak dan pengemasan, saya merasa tenang karena pengawasan sudah sesuai. Namun mungkin ini murni keteledoran atau kelalaian," ungkapnya.

​Begitu laporan tahu tak layak konsumsi masuk pada pukul 08.50 WIB, pihak manajemen segera melakukan tindakan darurat. Yanyan mengaku sempat mengejar armada distribusi terakhir untuk menarik kembali paket makanan yang belum sempat dibagikan.

​"Mobil terakhir itu ke arah Babakan Astana saya kejar, dan barang ketika diturunkan saya naikkan lagi semua. Itu bentuk upaya saya untuk meminimalisir terjadinya korban," tuturnya.


​Operasional SPPG Dihentikan Sementara

​Buntut dari insiden ini, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menutup sementara operasional SPPG Loji. Langkah ini diambil guna memberikan ruang bagi evaluasi total terhadap standar keamanan pangan.

​Melalui surat edaran resmi, Kepala SPPG Letda KC. Anwar Syapei dan pemilik lembaga, Nuryaman, berkomitmen untuk memperbaiki sistem manajemen distribusi mereka.

​"Kami menyampaikan permohonan maaf yang seluas-luasnya atas kejadian yang tidak kami harapkan pada hari ini, yang disebabkan oleh dapur yang kami kelola," tulis pihak manajemen.

​Untuk sementara waktu, distribusi ribuan paket makanan di wilayah tersebut dihentikan total hingga proses pemeriksaan selesai dan standar keamanan pangan dinyatakan terpenuhi kembali.(FRA)

Dugaan Keracunan Massal MBG di Simpenan Sukabumi, SPPG Anugerah Satu Alam Loji Akui Lalai
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin