KLIKSUKABUMI.COM – Seorang pemuda berinisial MF (26) di Desa Bangbayang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, harus berurusan dengan hukum. Pria yang selama setahun terakhir dipercaya mengajar anak-anak di lingkungannya tersebut diamankan polisi atas dugaan kasus kekerasan seksual terhadap sejumlah murid di bawah umur.
Aksi bejat pelaku yang tersimpan rapat selama setahun akhirnya terbongkar setelah warga mencium gelagat mencurigakan. Warga kemudian melaporkan hal tersebut kepada pemerintah desa pada Sabtu malam (10/01/2026).
Kronologi Penangkapan dan Kondisi Korban
Untuk menghindari amuk massa yang mulai geram, aparat desa bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas bergerak cepat mengamankan MF sebelum menyerahkannya ke pihak berwajib.
Kepala Desa Bangbayang, Dadang Suryana, mengonfirmasi bahwa pelaku sempat dibawa ke Polsek Cicurug sebelum akhirnya dilimpahkan ke Polres Sukabumi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Informasi kami terima Malam Minggu. Kami langsung bekerja sama dengan pihak kepolisian. Malam itu juga terduga pelaku dibawa ke Polsek, kemudian digiring ke Polres Sukabumi,” ujar Dadang, Selasa (13/01/2026).
Berdasarkan data awal, MF diduga telah menjalankan aksi asusilanya selama kurang lebih satu tahun terakhir. Sejauh ini, teridentifikasi ada empat orang korban yang terdiri dari anak laki-laki dan perempuan.
Dampak dari perbuatan tersebut sangat membekas bagi para korban. Salah satu korban dilaporkan mengalami trauma psikologis berat.
“Yang saya ketahui ada sekitar empat orang, tapi itu sifatnya baru sebatas informasi, bukan pengaduan (resmi) ke saya,” tambah Dadang.
Dalam kesehariannya, MF diketahui merupakan pengajar di sebuah bangunan sekolah swasta yang digunakan secara bergantian sebagai SMP pada pagi hari dan Madrasah Diniyah pada siang hari.
Saat ini, kasus tersebut telah sepenuhnya dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sukabumi. Kapolsek Cicurug, Kompol Aah Hermawan, membenarkan adanya pelimpahan perkara tersebut.
“Benar, kasus tersebut ditangani oleh PPA Polres Sukabumi. Untuk informasi lebih lanjut bisa dikonfirmasi langsung ke PPA,” pungkas Aah singkat.(FRA)