BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Puluhan Hektar Sawah di Nyalindung Gagal Panen Akibat Longsor, Warga Cihanjuang Krisis Pangan

Banjir Membawa Material Kayu, Pasir dan Tanah

KLIKSUKABUMI.COM – 10 hari pasca bencana banjir dan longsor yang menerjang Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi pada 28 Desember 2025 lalu, warga dihantui gagal panen dan longsor susulan yang bisa terjadi. 

Seperti bencana tanah longsor melanda Kampung Cihanjuang, Desa Sukamaju, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi. Peristiwa ini mengakibatkan sedikitnya 10 hektar sawah milik warga dipastikan gagal panen dan memutus akses ekonomi serta komunikasi warga setempat.

​Ketua RT 03/07 Kampung Cihanjuang, Cece, mengungkapkan bahwa meskipun titik awal longsor hanya satu, dampaknya meluas hingga menciptakan 21 titik longsoran di wilayah Cihanjuang.


​Kerugian Sawah dan Gagal Panen

​Dampak paling signifikan dirasakan pada sektor pertanian yang menjadi tumpuan hidup warga. Hampir 10 hektar sawah yang baru saja ditanam hancur akibat banjir dan dipastikan gagal panen.

"Cihanjuang biasa menghasilkan lebih dari 20 ton padi, namu dipastikan gagal panen akibat banjir beberapa waktu lalu," ungkap Cece pada Rabu (07/01/2026).

​Hal ini disebabkan material longsor berupa batu, pasir, bambu, dan kayu menutupi lahan. Hanya sekitar 40% lahan yang kemungkinan bisa diperbaiki, itu pun membutuhkan biaya yang sangat besar.

​"Sawah sudah ditanam, harusnya panen 4 bulan lagi. Sekarang kondisinya tertutup batu dan kayu. Susah untuk diperbaiki secara mandiri," ujar Cece saat diwawancarai.


​Akses Terputus dan Kendala Komunikasi

​Selain merusak lahan pertanian, longsor juga melumpuhkan akses transportasi. Hingga saat ini, jalan menuju Kampung Cihanjuang masih tertutup material. 

Sementara di wilayah tetangga, Cijoho, akses hanya bisa dilalui kendaraan roda dua saat cuaca cerah. Jika hujan turun, jalur tersebut kembali tidak bisa dilewati.

​Kondisi diperparah dengan status Kampung Cihanjuang yang merupakan wilayah blank spot atau tanpa sinyal komunikasi. "Dari dulu memang tidak ada sinyal di sini. Kami susah untuk mengabarkan kondisi darurat atau meminta bantuan dengan cepat," tambah Cece.


​Warga Sangat Membutuhkan Bantuan Logistik

​Saat ini, sebanyak 47 Kepala Keluarga (KK) di RT 03/07 terdampak langsung secara ekonomi. Karena sumber penghasilan utama dari bertani hilang, warga mulai mengeluhkan ketersediaan bahan pangan.

​Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan memberikan bantuan darurat berupa ​beras dan sembako untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari selama akses ekonomi terputus.

"​Alat berat untuk membuka akses jalan yang tertimbun dan perhatian kelompok tani. Warga merasa kurang mendapat perhatian dari pihak terkait terkait pemulihan lahan pertanian," jelas Cece.

​"Harapan kami ada bantuan sementara untuk makan. Hubungan ekonomi warga dari pertanian terputus total," pungkas Cece.(FKR)

Puluhan Hektar Sawah di Nyalindung Gagal Panen Akibat Longsor, Warga Cihanjuang Krisis Pangan
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin