KLIKSUKABUMI.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi terus mematangkan kesiapan personelnya dalam menghadapi potensi bencana alam. Bekerja sama dengan Japanese Red Cross Society (JRCS), PMI menggelar pelatihan intensif Manajemen Tanggap Darurat Bencana (TDB) dan Operasional Pos Komando (Posko).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari di Aula Dinas Koperasi, UKM Kabupaten Sukabumi ini diikuti oleh 30 peserta. Mereka merupakan gabungan dari pengurus, staf markas, hingga relawan garda terdepan seperti Korps Sukarela (KSR) dan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT).
Ketua PMI Kabupaten Sukabumi, dr. Hondo Suwito, menegaskan bahwa profesionalisme SDM adalah harga mati dalam situasi darurat. Pelatihan ini dirancang agar setiap personel mampu mengelola respons bencana secara cepat dan terkoordinasi.
“Manajemen tanggap darurat dan operasional posko merupakan kunci dalam merespons bencana secara cepat dan terstruktur. Kesiapsiagaan tidak dapat dibangun secara instan, melainkan melalui proses pembelajaran, latihan, dan simulasi yang dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Hondo.
Ia menambahkan, mengingat Kabupaten Sukabumi memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi, PMI harus memastikan kehadirannya di tengah masyarakat selalu sigap dan tepat sasaran.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif School and Community Resilience (SCR). Kolaborasi global dengan Palang Merah Jepang ini bertujuan memperkuat ketangguhan sekolah dan masyarakat lokal dalam memitigasi risiko bencana.
Para peserta tidak hanya dijejali teori, tetapi juga dibekali materi teknis yang komprehensif, mulai dari manajemen posko dan komunikasi radio untuk memastikan alur informasi tidak terputus. Standar minimum pelayanan, untuk menjaga kualitas bantuan kemanusiaan.
Penyusunan rencana operasi untuk memetakan langkah strategis di lapangan.
Keamanan personel dengan pembekalan safety and security briefing untuk keselamatan relawan. Simulasi realistis di lapangan untuk menguji kesiapan, pelatihan ini menggunakan metode Table Top Exercise (TTX) dan simulasi lapangan.
Fasilitator PMI, Lala Jalaludin, menjelaskan bahwa pendekatan praktik langsung sangat krusial.
“Pelatihan ini tidak hanya menekankan aspek teori, tetapi juga praktik langsung melalui simulasi dan drill. Manajemen posko, komunikasi radio, penyusunan rencana operasi, hingga koordinasi lintas sektor menjadi bekal penting agar relawan mampu bekerja secara efektif dan terkoordinasi saat bencana terjadi,” jelas Lala.
Melalui penguatan kapasitas ini, PMI Kabupaten Sukabumi berharap dapat terus menjadi garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan yang profesional, transparan, dan berkelanjutan bagi masyarakat Sukabumi.(FKR)