BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Mengapa Hujan Lebat dan Angin Kencang Melanda Sukabumi Sepekan Terakhir? Ini Penjelasan BMKG

Hujan Lebat dan Angin Kencang Diprediksi Hingga Pekan Depan

KLIKSUKABUMI.COM – Klikers, sejumlah wilayah Indonesia, khususnya di bagian selatan ekuator termasuk Sukabumi, mengeluhkan cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang dalam beberapa hari terakhir. 

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi ini dipicu oleh aktivitas beberapa fenomena atmosfer yang terjadi secara bersamaan.

BMKG mengonfirmasi bahwa meningkatnya curah hujan di Sukabumi dipengaruhi oleh aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO). 

MJO adalah aktivitas intra-seasonal yang terjadi di wilayah tropis, di mana terdapat pergerakan kumpulan awan hujan dari Samudera Hindia menuju Samudera Pasifik yang melewati wilayah Indonesia.

Selain MJO, fenomena Gelombang Rossby Ekuatorial juga terpantau aktif di beberapa wilayah termasuk wilayah Sukabumi, yang memicu pembentukan awan hujan lebih masif.

Salah satu pemicu utama angin kencang dan hujan lebat adalah adanya Sirkulasi Siklonik atau pusaran angin di sekitar perairan Indonesia.

Dampaknya, pola ini menyebabkan terbentuknya daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi).

Hal ini mengakibatkan massa udara basah terkumpul di satu wilayah, yang mempercepat pertumbuhan awan konvektif seperti Cumulonimbus (Cb). Awan inilah yang sering membawa kilat, petir, dan angin kencang secara mendadak (downburst).

BMKG juga mencatat bahwa suhu permukaan laut di sekitar wilayah Indonesia masih cukup hangat. Kondisi ini memberikan suplai uap air yang melimpah ke atmosfer, sehingga potensi hujan lebat masih sangat tinggi di sebagian besar wilayah Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.


Imbauan BMKG untuk Masyarakat

BMKG mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap dampak sekunder dari cuaca ekstrem ini, di antaranya:

- Banjir dan Banjir Bandang: Terutama di wilayah dataran rendah dan bantaran sungai.

- Tanah Longsor: Di wilayah lereng gunung dan perbukitan.

- Pohon Tumbang: Akibat peningkatan kecepatan angin yang bisa mencapai lebih dari 25 knot.

"Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca melalui aplikasi infoBMKG dan menghindari berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame saat terjadi angin kencang," tulis rilis resmi BMKG.(FKR)

Mengapa Hujan Lebat dan Angin Kencang Melanda Sukabumi Sepekan Terakhir? Ini Penjelasan BMKG
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin