BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Jembatan Leuwidingding Putus, Ratusan Siswa di Sukabumi Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai Cimandiri

Jembatan Putus Akibat Diterjang Banjir Pada Desember 2025
KLIKSUKABUMI.COM – Rutinitas berangkat sekolah bagi para pelajar di Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, kini berubah menjadi perjuangan hidup dan mati. Sejak jembatan gantung di Kampung Leuwidingding lumpuh total akibat diterjang banjir pada akhir Desember 2025, akses utama warga praktis terputus.

Setiap pagi, siswa berseragam merah-putih dan biru-putih terpaksa berhadapan langsung dengan derasnya arus Sungai Cimandiri yang berwarna coklat pekat. Tanpa jembatan sepanjang 40 meter yang kini tinggal kerangka, para siswa hanya memiliki dua pilihan sulit: menaiki perahu karet darurat atau memutar jalan sejauh belasan kilometer.

Kepala Desa Tanjungsari, Dilah Habillah, menegaskan bahwa dampak kerusakan ini tidak hanya dirasakan oleh satu desa, melainkan menjadi urat nadi bagi warga di tiga kecamatan, yakni Jampangtengah, Gunungguruh, dan Cikembar.

"Kondisinya rusak total dan tidak bisa dilalui. Ini akses tercepat bagi warga menuju sekolah di Desa Sirnaresmi maupun Desa Parakanlima. Warga dari Kecamatan Nyalindung pun bergantung pada jembatan ini," ujar Dilah pada Kamis (22/1/2026).

Dilah merinci, setidaknya ada dua sekolah dasar yang terdampak langsung secara signifikan, yaitu SDN Kadupugur dan SDN Leuwidingding. Ia mengaku sangat mengkhawatirkan keselamatan warganya jika terus-menerus bergantung pada perahu karet bantuan BPBD, terutama saat cuaca ekstrem melanda.

Dilema Orang Tua: Jalur Jauh atau Risiko Nyawa

Bagi para orang tua, situasi ini adalah mimpi buruk harian. Popi (35), seorang warga setempat, menceritakan betapa beratnya perjuangan untuk memastikan anaknya tetap bisa bersekolah. Jika debit air sungai naik drastis, perahu karet tidak berani beroperasi demi keamanan.

"Kalau lewat jalur alternatif putarnya sangat jauh. Suami saya yang kerja membawa motor terpaksa lewat sana setiap hari," keluh Popi sembari menatap waspada ke arah aliran sungai. 

Jalur alternatif yang dimaksud harus memutar melewati area PT Siam Cement Group (SCG) dengan jarak tempuh hingga tiga kali lipat lebih jauh dari biasanya.

Desakan Pembangunan Jembatan Permanen

Hingga saat ini, warga masih mengandalkan bantuan petugas penanggulangan bencana untuk menyeberang. Namun, bantuan tersebut bersifat sementara dan tidak bisa menjamin keamanan jangka panjang, mengingat ancaman cuaca ekstrem yang masih menghantui wilayah Sukabumi.

Pemerintah desa mendesak adanya langkah nyata dari pemerintah yang lebih tinggi untuk memberikan solusi permanen.

"Kami berharap pemerintah daerah maupun provinsi segera membangun jembatan permanen. Setiap hari jembatan itu tidak ada, setiap hari pula ratusan nyawa bergantung di atas derasnya arus Cimandiri," tegas Dilah.

Tanpa penanganan segera, pendidikan dan keselamatan ratusan anak di pelosok Sukabumi ini akan terus berada di ujung tanduk.(FRA)


Jembatan Leuwidingding Putus, Ratusan Siswa di Sukabumi Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai Cimandiri
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin