BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Guru di Sukabumi Diduga Keracunan Usai Cicipi Menu Makan Bergizi Gratis Berjamur

Korban Diduga Memakan Tahu Berjamur
KLIKSUKABUMI.COM – Niatnya mencicipi tahu berjamur di sajian Makan Bergizi Gratis (MBG) siswanya, seorang guru bernama Trikarsa Perba Rahayu, guru SDN Bojongkopo, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi berujung pada perawatan medis. 

Dirinya terpaksa dilarikan ke puskesmas setelah mencicipi sampel menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga tidak layak konsumsi tersebut, Rabu (28/1/2026).

Insiden ini bermula sekitar pukul 08.30 WIB saat Rahayu melakukan uji rasa (test food) pada menu yang akan dibagikan kepada siswa kelas 5A. Sebagai wali kelas, ia ingin memastikan keamanan pangan sebelum murid-muridnya menyantap makanan tersebut.

Saat mencicipi lauk tahu, Rahayu merasakan kejanggalan pada rasa makanan yang disediakan.

"Waktu anak-anak masih belajar, saya mencoba MBG. Dimakan tahunya. Waktu dikunyah rasanya asam, tapi sempat tertelan," ungkap Rahayu saat memberikan keterangan di Puskesmas Simpenan.

Temuan Jamur dan Benda Asing dalam Makanan

Kecurigaan Rahayu terbukti setelah ia memeriksa beberapa kotak makan (ompreng) lainnya secara teliti. Ia menemukan kondisi makanan yang sangat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi anak-anak.

"Pas saya cek lagi, buka ompreng selanjutnya, ternyata tahunya berjamur. Saya buka yang satu lagi, tahunya berjamur dan ada hekter (staples)-nya," jelas Rahayu.

Sadar akan bahaya tersebut, Rahayu langsung melarang seluruh siswanya menyentuh makanan tersebut dan mendokumentasikan temuan itu sebagai peringatan bagi guru di kelas lain agar tidak membagikan menu serupa.

Kondisi Medis Korban 

Sekitar 30 menit setelah mencicipi tahu berjamur, kondisi kesehatan Rahayu menurun drastis. Ia mengalami gejala mulas hebat, pusing, keringat dingin, hingga sesak napas.

Kasubag Tata Usaha Puskesmas Simpenan, Reno Erdiansyah, mengonfirmasi bahwa pasien mengalami gejala intoksikasi atau keracunan makanan.

"Pasien datang dengan keluhan mual dan sesak napas, sehingga harus diberikan bantuan oksigen dan infus. Namun alhamdulillah kondisinya membaik dan tidak mengalami muntah-muntah," terang Reno.

Setelah mendapatkan penanganan darurat, Rahayu kini telah diizinkan pulang untuk menjalani pemulihan mandiri di rumah. Pihak sekolah diharapkan lebih selektif dalam mengawasi penyedia jasa katering program MBG guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.(FRA)
Guru di Sukabumi Diduga Keracunan Usai Cicipi Menu Makan Bergizi Gratis Berjamur
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin