KLIKSUKABUMI.COM – Sebanyak 51 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat di ruas Jalan Raya Jampangtengah-Kiaradua, Desa Sindangresmi, Kabupaten Sukabumi, terpaksa dibongkar kembali.
Langkah ini diambil menyusul temuan kerusakan serius pada bagian pondasi yang dinilai mengancam keselamatan pengguna jalan.
PJU yang berada di bawah wewenang Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat tersebut memicu protes warga. Pasalnya, proyek yang baru rampung pada November 2025 itu diduga dikerjakan dengan kualitas material yang tidak sesuai spesifikasi.
Temuan Material Pondasi yang Memprihatinkan
Warga melaporkan bahwa pondasi lampu jalan tersebut keropos dan diduga tidak menggunakan campuran semen yang memadai.
Abdilah Asmara (35), seorang warga Desa Padabeunghar, mengaku menyaksikan langsung proses pembongkaran saat melintas di lokasi pada Jumat (23/01/2026).
"Waktu pulang mengajar, saya lihat banyak PJU yang sudah dibongkar. Padahal baru dibangun sekitar November 2025. Belum juga dua bulan sudah dibongkar lagi karena pondasinya bermasalah," ujar Abdilah, Rabu (28/1/2026).
Unit PJU yang bermasalah ini tersebar mulai dari kawasan Puslatpur Marinir hingga area SPBU Cijambe. Abdilah menambahkan bahwa kondisi material di dalam pondasi sangat memprihatinkan dan diduga dimanipulasi oleh pihak pelaksana.
"Isinya bukan murni adukan semen. Ada yang cuma tanah, ada juga yang ditutup plat besi seperti baja ringan. Banyak yang keropos, makanya kami khawatir PJU itu bisa tumbang dan menimpa pengguna jalan," jelasnya.
Selain masalah kualitas teknis, warga juga menyoroti minimnya transparansi dalam proyek ini. Di lokasi pembangunan tidak ditemukan papan informasi proyek, sehingga masyarakat kesulitan mengetahui identitas kontraktor pelaksana maupun besaran anggaran yang dialokasikan.
Meski pihak terkait telah mulai melakukan pengecoran ulang sejak Sabtu (24/1/2026), warga mendesak adanya pengawasan ketat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar kejadian serupa tidak terulang.
"Kami berharap pemerintah benar-benar mengawasi kualitas pekerjaan. Jangan sampai ada oknum yang bermain dan justru membahayakan masyarakat. Perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap proyek PJU ini," tegas Abdilah.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu langkah tegas dari dinas terkait untuk memastikan standar keamanan infrastruktur di jalur utama Jampangtengah-Kiaradua tersebut terpenuhi.(FRA)