BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Gara-gara Konten TikTok, Penjual Cireng di Sukabumi Dikeroyok OTK di Pasar Pasundan

Korban Mengalami Luka di Bagian Wajah
KLIKSUKABUMI.COM – Nasib malang menimpa H (39), seorang warga Kecamatan Sukabumi yang menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK). Insiden kekerasan ini terjadi di kawasan Pasar Pasundan, Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, pada Senin (26/1/2026).

Peristiwa bermula ketika H berniat berbelanja bahan baku untuk usaha cireng isinya. Sambil menyelam minum air, ia bermaksud merekam suasana pasar guna kebutuhan konten di akun TikTok pribadinya. 

Namun, aksi tersebut justru memicu salah paham dan amarah sekelompok orang di sekitar rel kereta api.

“Awalnya saya mau belanja bahan untuk jualan besok, kebetulan saya juga mau ambil video untuk dikirim ke followers saya di TikTok karena saya juga kadang-kadang suka bikin konten. Pas saya belanja dekat rel, saya tidak sengaja merekam mereka karena biasa video sana-sini,” ujar H saat memberikan keterangan, Rabu (28/1/2026).

Tanpa peringatan yang jelas, sekitar enam orang menghampiri H dengan nada tinggi. Mereka merampas ponsel milik korban dan memaksanya masuk ke dalam sebuah gang yang tersembunyi. 

Di lokasi itulah, H menjadi sasaran kemarahan kelompok tersebut.

“Saya juga tidak tahu mereka siapa, tiba-tiba sekitar enam orang menghampiri. Mereka marah-marah dan merebut HP saya, sampai saya dikerumuni dibawa ke gang, didorong,” lanjutnya.

H mengaku tidak berdaya karena dikepung. Sementara satu orang melayangkan pukulan ke wajah, pelaku lainnya memegangi tubuh korban agar tidak bisa melakukan perlawanan. 

Akibatnya, H mengalami luka memar cukup serius di bagian pipi dan bibir.

“Dari enam orang itu yang memukul satu orang, yang satu dorong saya, sisanya memegangi saya. Wajah saya dipukul di bagian pipi sama bibir saya bengkak,” tuturnya.

Diselamatkan Pedagang Pasar

Aksi kekerasan tersebut baru terhenti setelah warga dan pedagang sekitar mendengar keributan. Seorang ibu di lokasi berteriak meminta tolong hingga massa berdatangan untuk melerai.

H menjelaskan bahwa biasanya sang istrilah yang rutin berbelanja ke pasar. Namun, karena istrinya sedang sibuk, ia menggantikan tugas tersebut sekaligus ingin mengunggah suasana pasar ke media sosial.

“Setelah saya dipukuli, ada ibu-ibu yang teriak dan para pedagang melerai. Setelah itu saya pulang ke rumah, terus bikin laporan ke Polres,” ungkap H.

Tidak terima atas perlakuan kasar yang dialaminya, H telah resmi melaporkan kasus dugaan penganiayaan ini ke Polres Sukabumi Kota. 

Ia berharap pihak kepolisian segera mengidentifikasi dan menangkap para pelaku agar kejadian serupa tidak terulang kembali kepada warga lainnya.

Sampai berita ini diturunkan, redaksi Kliksukabumi masih berusaha untuk mengkonfirmasi kejadian ini ke Kepolisian Resor Sukabumi Kota.(FRA)

Gara-gara Konten TikTok, Penjual Cireng di Sukabumi Dikeroyok OTK di Pasar Pasundan
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin