BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Dugaan Korban Tahu Berjamur MBG di Simpenan Sukabumi Bertambah, BGN : SPPG Tutup Sampai Investigasi Selesai

Korban Mencapai 24 Orang
KLIKSUKABUMI.COM – Korban dugaan keracunan yang berasal dari tahu berjamur menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Bojong Kopo dan PAUD Alhadi, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, terus bertambah. Sedikitnya 24 orang dilaporkan mengalami gejala keracunan massal pada Rabu (28/1/2026).

Berdasarkan laporan terbaru dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan, tercatat puluhan korban mengalami gejala medis serupa setelah mengonsumsi paket makanan yang disediakan oleh pihak penyedia.

Para korban mulai merasakan gejala tidak sehat beberapa jam setelah menyantap menu makan siang yang terdiri dari nasi putih, nugget, jeruk, sayuran, dan tahu goreng. 

Hingga Kamis dini hari (29/1/2026), Puskesmas Simpenan terus melakukan penanganan medis secara intensif.

P2BK Simpenan, Dandi Sulaeman, menyatakan bahwa tindakan darurat telah diambil oleh tim medis di bawah pimpinan Dr. Egi Iswanto.

"Tindakan Puskesmas dilakukan dengan melaksanakan pengecekan kesehatan, pemberian cairan infus, pemberian obat sesuai keluhan, dan observasi atas beberapa keluhan yang dialami oleh korban diantaranya mual-mual, pusing, dan sesak napas," ujar Dandi Sulaeman pada Kamis (29/1/2025).

Hingga pukul 00.10 WIB, tercatat total 24 orang yang terdampak dengan rincian 6 orang terpaksa dirujuk ke rumah sakit, 1 orang masih dalam tahap observasi di Puskesmas dan 17 orang mendapatkan rawat jalan.

Petugas medis memberikan penanganan khusus bagi korban yang mengalami gejala sesak napas dan mual hebat guna mencegah dehidrasi serta perburukan kondisi.

Evaluasi Program MBG

Menu yang dikonsumsi berasal dari penyedia Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Loji Anugrah Ratu Alam. Saat ini, pihak terkait sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk pengambilan sampel makanan untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab pasti keracunan tersebut.

Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Sukabumi, Sandi Ibnu Azis menegaskan bahwa kejadian ini harus mendapatkan evaluasi mendalam.

"Kita akan melakukan investigasi dan evaluasi terhadap SPPG yang bersangkutan," kata Sandi saat dikonfirmasi pada Rabu (29/1/2026).

Bahkan pihaknya akan menutup sementara SPPG terkait karena akan melakukan investigasi dan evaluasi total terhadap alur penyaluran MBG yang dilakukan oleh SPPG tersebut.

"SPPG akan kita evaluasi total dan kita tutup hingga investigasi selesai," pungkasnya.(FKR)
Dugaan Korban Tahu Berjamur MBG di Simpenan Sukabumi Bertambah, BGN : SPPG Tutup Sampai Investigasi Selesai
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin