BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Diduga Depresi, Buruh Harian di Kadudampit Sukabumi Ditemukan Tewas Tergantung

Korban Diduga Depresi Akibat Gagal Nikah

Berita ini memuat informasi sensitif mengenai tindakan bunuh diri. Konten disajikan untuk tujuan pemberitaan dan edukasi. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami tekanan psikologis, stres berat, atau memiliki keinginan untuk menyakiti diri sendiri, segeralah mencari bantuan profesional. Anda dapat menghubungi layanan konseling atau tenaga kesehatan terdekat. Ingatlah, Anda tidak sendiri dan bantuan tersedia.


KLIKSUKABUMI.COM – Warga Kampung Kadudampit, Desa Kadudampit, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi digegerkan oleh penemuan jasad seorang pria berinisial EL (32) pada Selasa (20/1/2026) pagi. Korban yang bekerja sebagai buruh harian lepas tersebut ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di sebatang pohon matoa.

​Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh Solehudin (46), seorang petani setempat sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, saksi tengah dalam perjalanan menuju kebun untuk memanen sawi.

​Langkah Solehudin terhenti saat melihat tubuh korban sudah tergantung di pohon matoa yang berada tepat di belakang sebuah villa milik warga. Sontak, penemuan tersebut dilaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan ke pihak kepolisian.

​Kapolsek Kadudampit, IPDA Suhendar, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung menerjunkan personel ke lokasi sesaat setelah menerima laporan.

​"Benar, pada hari Selasa pagi sekitar pukul 05.30 WIB, telah ditemukan seorang laki-laki berinisial EL dalam kondisi meninggal dunia. Korban diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon matoa menggunakan tali kain berwarna hijau," ungkap IPDA Suhendar, Selasa (20/1/2026).

​Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh Tim Inafis dan pemeriksaan fisik luar oleh petugas Puskesmas setempat, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.


​Dugaan Motif dan Penolakan Autopsi Keluarga

​Pihak kepolisian menduga kuat bahwa aksi nekat EL dipicu oleh tekanan psikologis. Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa korban tengah menghadapi masalah asmara yang berat.

​"Penyebab korban mengakhiri hidupnya diduga karena mengalami depresi. Namun, kami tetap akan melakukan penyelidikan lebih mendalam untuk memastikan motif di balik kejadian ini," tambah IPDA Suhendar.

​EL dikabarkan baru saja putus hubungan dengan kekasihnya, padahal keduanya direncanakan akan segera melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat.

​Pihak keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan prosedur autopsi lebih lanjut. Saat ini, jenazah EL telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat. (FRA)


Diduga Depresi, Buruh Harian di Kadudampit Sukabumi Ditemukan Tewas Tergantung
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin